Rustam Ibrahim Bikin Survei Tendensius 100 Hari Anies-Sandi, Hasilnya Mengejutkan


DEMOKRASI - Direktur LP3ES Rustam Ibrahim membuat poling menyambut 100 hari pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Poling itu dinilai tendensius karena ada opsi “sama sekali tidak memuaskan.”

Sementara opsi lainnya “Sangat memuaskan”, “cukup memuaskan”, dan “kurang memuaskan.” Opsi “kurang memuaskan” dinilai sudah sepadan dengan opsi “cukup memuaskan”. Namun opsi “sama sekali tidak memuaskan” dinilai tidak sepadan dengan opsi “sangat memuaskan.” Mestinya, yang sepadan adalah “sangat tidak memuaskan.”

“POLLING: Awal minggu depan merupakan 100 hari pemerintahan Gubernur DKI Anies Baswedan. Menurut pendapat anda sampai hari ini, apakah kinerja Anies - Sandi SANGAT MEMUASKAN, CUKUP MEMUASKAN, KURANG MEMUASKAN atau SAMA SEKALI TIDAK MEMUASKAN ???” tulisnya melalui akun Twitter @RustamIbrahim.



Kendati demikian, poling yang digelar sejak tanggal 21 Januari 2018 dan akan berakhir 17 jam ke depan itu menunjukkan hasil sementara yang “mengejutkan”.

Sebanyak 53 persen dari 13.215 responden memilih “sangat memuaskan”, 11 persen responden memilih “cukup memuaskan” 3 persen memilih “kurang memuaskan” dan 31 persen memilih “sama sekali tidak memuaskan.”


Sebelumnya, nama Rustam Ibrahim sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial karena mendukung Ahok hingga ada media yang menyebutnya ‘loyalis Ahok.’

Tahun lalu, menjelang Pilgub DKI, Rustam Ibrahim membuat polling namun hasil pollingnya justru menunjukkan Ahok kalah. Situs Nahimunkar pun memuatnya dalam berita berjudul “Penjilat Ahok Ini Emosional Saat Hasil Survei-nya Ahok Keok”.

Di tahun sebelumnya, Rustam Ibrahim juga menjadi perbincangan hangat karena menyebut Jokowi dua kali lebih baik daripada Recep tayyip Erdogan. Republika merilis berita itu dengan judul “Rustam Ibrahim: Jokowi Dua Kali Lebih Baik dari Erdogan.”

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Direktur LP3ES Rustam Ibrahim membuat poling menyambut 100 hari pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Poling itu dinilai tendensius karena ada opsi “sama sekali tidak memuaskan.”