logo

Selain Melakukan Tindak Pidana, Joshua Juga Dinilai Melanggar HAM

Selain Melakukan Tindak Pidana, Joshua Juga Dinilai Melanggar HAM

DEMOKRASI - Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menegaskan bahwa kepolisian harus segera menangani dugaan penodaan agama oleh Joshua Suherman. Sebab, ia menilai Joshua tidak hanya melakukan tindak pidana, tapi juga pelanggaran HAM.

“Saya mendesak pihak berwajib, kepolisian, untuk menangani kasus ini secara profesional dan mandiri. Dan mempertimbangkan penggunaan pasal yang memberatkan untuk penjeraan, apalagi yang bersangkutan publik pigur. Dia tidak hanya diduga kuat melakukan tindak pidana, tapi juga melanggar HAM,” katanya kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada Kamis (01/11/2018).

Ia juga meminta kepada publik figur, terutama pelawak untuk tidak menjadikan isu sensitif sebagai bahan candaan. Menurutnya, publik -khususnya pengguna media sosial- juga perlu betul-betul cerdas menggunakan hak atas kebebasan berpendapat apalagi melalui media sosial. Jangan sampai penggunaan hak itu melanggar hak orang lain.

“Jangan hanya merasa bisa, tapi juga harus bisa merasa. Salah satu nilai paling elementer dalam HAM itu adalah sikap respek. Seseorang harus bisa merasa dan menghormati perasaan dan apalagi perasaan keagamaan orang lain. Penghormatan terhadap identitas keagamaan orang lain adalah kasta tertinggi dalam HAM. Kasus tersebut diduga kuat melanggar HAM,” jelasnya.

Maka, ia mengajak agar publik menghormati upaya hukum yang dilakukan masyarakat yang telah melaporkan yang bersangkutan sesuai mekanisme hukum yang tersedia. Ia juga meminta agar masyarakat memberi kesempatan kepada kepolisian untuk merespon dan menyelesaikan kasus tersebut secara independen, profesional, berkeadilan dan transparan dan sesegera mungkin.

“Namun jangan sampai kepolisian kehilangan momentum, sebelum publik mengambil tanggung jawab yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Masyarakat agar tidak terpancing dan terprovokasi serta menghindari main hakim sendiri dan tindakan kekerasan (eigenrechting),” tukasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...