logo

Suara Ridwan Kamil Bakal Tergerus Bila Duet dengan Anton Charliyan

Suara Ridwan Kamil Bakal Tergerus Bila Duet dengan Anton Charliyan

DEMOKRASI - Kabar tentang merapatnya PDIP untuk mendukung Ridwan Kamil semakin terasa. Setelah Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, bertandang ke kantor DPP PDIP pada Rabu (3/1), nama Anton Charliyan langsung mencuat.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini digadang-gadang menjadi Wakil Gubernur mendampingi Emil.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, apabila PDIP menduetkan Ridwan Kamil dengan Anton Charliyan, maka ada risiko besar yang didapat.

Pasalnya suara Ridwan Kamil bisa tergerus jika dipasangankan dengan Anton. Anton dinilai pernah bermasalah dengan salah satu ormas Islam. Selain itu, saat menjadi Kapolda Jawa Barat prestasi Anton dinilai biasa saja.

"Kalau betul (PDIP usung Anton Charliyan) bisa merugikan, di Polda Jawa Barat dia juga tidak bagus-bagus amat jika dibandingkan dengan polda lain," ujar Ujang saat dihubungi, Kamis (4/1).

Padahal, di internal PDIP sendiri ada beberapa nama yang mencuat di Jawa Barat seperti Ineu Purwadewi Sundari yang merupakan Ketua DPRD Jawa Barat, Puti Guntur Sukarnoputra yang merupakan Anggota DPR RI dari dapil Jabar 10, hingga Iwa Karniwa yang merupakan Sekda Provinsi Jawa Barat.

Menurut Ujang, wakil Emil sebaiknya yang mempunyai basis massa yang kuat di daerah-daerah, baik di wilayah utara Jawa Barat maupun di selatan Jawa Barat.

Selain itu, kata Ujang, Emil juga membutuhkan sosok berlatarbelakang ulama agar elektabilitasnya semakin terdongkrak.

Diungkapkan Ujang, saat ini lebih baik partai koalisi Ridwan Kamil melakukan komunikasi, jangan sampai adanya perdebatan yang akhirnya merugikan Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat.

"Kalau nanti tiba-tiba partai lain mundur dan partai gontok-gontokan maka kasian Ridwan Kamil bisa tidak ikut Pilgub," pungkasnya.

SUMBER