logo

Tak Berani Usut Polisi, Pimpinan KPK Dituding Kehilangan Nyali

Tak Berani Usut Polisi, Pimpinan KPK Dituding Kehilangan Nyali

DEMOKRASI - Pimpinan KPK dinilai selalu kehilangan nyali ketika berhadapan dengan kasus yang terkait dengan personil kepolisian. Hal ini dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti sikap Wakil Ketua KPK yang menyatakan menyerahkan pemeriksaan AKP Reza, Ajudan Setya Novanto kepada Propam Polisi, setelah 2 kali pemanggilan tidak datang, bahkan pihak kepolisian mempersilahkan diperiksa di Mabes Polri saja.

“Menunjukkan sikap KPK yang memang selalu ‘pengecut’ dan kehilangan nyali bila menangani kasus terkait dengan pihak kepolisian dan Polri yang selalu berusah mempersulit penuntasan proses hukum bila terkait dengan Personil mereka,” kata Dahnil, dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (18/01).

Adapun beberapa contohnya antara lain, kasus laporan dugaan suap  senilai Rp100 juta terhadap keluarga Siyono, terduga teroris yang meninggal tidak jelas ditangan Densus 88, kemudian terakhir dugaan perusakan barang bukti oleh dua penyidik KPK dari kepolisian yang tidak jelas hukumannya. Dalam kasus ini kata Dahnil, justru pimpinan KPK kelihatan berusaha menutup-nutupi kasus tersebut.

Ketua KPK Agus Rahardjo (Imam Husein/Jawa Pos)

“Yang paling akhir adalah kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang juga diduga melibatkan pihak kepolisian seperti yang sempat disinyalir Novel,”  tandas Pendiri Madrasah Antikorupsi tersebut.

Menurut Dahnil, jika sikap seperti ini dibiarkan terus terjadi, maka pihak kejaksaan, kehakiman dan institusi hukum lain bisa bersikap sama dengan kepolisian, akan menolak dan cenderung mempersulit personelnya untuk diperiksa dan diproses secara hukum.

Sikap kehilangan nyali pimpinan KPK ini kata Dahnil, bisa membuat penegakan hukum praktik korupsi yang melibatkan polisi tidak akan pernah terbongkar dan dituntaskan. Sehingga saat ini, penyidik-penyidik dan karyawan KPK diibaratkan seperti gerombolan singa pemberani yang di pimpin kambing-kambing. “Sehingga lama kelamaan bisa ikut mengembek bukan lagi mengaum,” sindir Dahnil

Terpisah, ketika dikonfirmasi perihal ketidakberaniannya mengusut Reza, dan anggota Polri yang diduga terlibat dalam sengkarut rasuah, hingga berita ini ditulis, semua pimpinan KPK belum membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Demikian juga dengan juru bicara KPK Febri Diansyah.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...