Breaking

logo

Kamis, 11 Januari 2018

Terungkap, Ini Yang Dilakukan Fredrich Sebelum Setnov Kecelakaan

Terungkap, Ini Yang Dilakukan Fredrich Sebelum Setnov Kecelakaan

DEMOKRASI - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengungkapkan, mantan Kuasa Hukum Ketua DPR nonaktif Setya Novanto, Fredrich Yunadi diduga telah memesan atau mem-booking satu lantai di Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) untuk kliennya.

Pemesanan ini dilakukan sebelum Novanto mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Kamis, 16 November 2017 sekitar pukul 19.00 WIB.

“Didapat juga informasi bahwa salah satu dokter di rumah sakit mendapat telepon dari orang yang diduga pengacara SN (Setya Novanto), bahwa SN akan dirawat di RS sekitar pukul 21.00 WIB, dan meminta kamar perawatan VIP yang rencana akan di booking satu lantai. Padahal saat itu belum diketahui bahwa SN akan dirawat,” kata Basaria seperti dikutip dari BeritaSatu pada Rabu (10/01/2018) kemarin.

Kemudian, Fredrich mendatangi rumah sakit untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit mengenai perawatan Novanto nantinya.

“Sebelum SN dirawat di rumah sakit, diduga FY (Fredrich Yunadi) telah datang terlebih dulu untuk berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit,” katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Fredrich dan seorang dokter RSMPH, Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Novanto.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

SUMBER © DEMOKRASI.CO