logo

Harga Karet Makin Terpuruk

Harga Karet Makin Terpuruk

DEMOKRASI - Harga getah karet di Provinsi Bengkulu terus mengalami penurunan. Saat ini harganya hanya Rp 4.000 per Kg. Kondisi ini membuat petani di sejumlah kabupaten di Bengkulu semakin lesu karena sulitnya mencari uang.  Petani Karet di Kabupaten Bengkulu Tengah, Haryono (35) mengaku, bukan hanya harga sawit saja yang mengalami penurunan, harga komoditi karet milik petani juga masih terpuruk karena harga getah tidak kunjung membaik.

"Harga karet ditetapkan pedagang pengumpul tertinggi Rp 5.000 - Rp 6.500 per Kilogram. Padahal bulan lalu masih kisaran Rp 8.000 hingga Rp 11.000 per Kg," kata Haryono, kemarin (22/7).

Menurutnya, beberapa bulan lalu harga karet masih kisaran Rp 8.000 per kg. Setelah itu terus bergerak turun hingga ke titik terendah mencapai Rp 5.500 per Kg. Turunnya harga karet tersebut dampaknya sangat dirasakan para petani yang mata pencaharian hanya mengandalkan menyadap karet. "Harga karet sekarang ini tidak sebanding dengan biaya hidup yang dikeluarkan sehari-hari. Terutama untuk membeli kebutuhan bahan pokok di pasaran yang cenderung tinggi," terang Haryono.

Ia membandingkan kondisi lima bulan sebelumnya ketika harga karet masih di atas Rp 12 ribu per kg. Saat itu masih mampu untuk membeli beras yang harganya Rp 12.000 per kg. Sementara harga saat ini, 1 Kg karet belum cukup untuk membeli beras satu Kg.

"Belum lagi kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi. Apalagi hasil sadapan getah diperoleh setiap minggunya juga menurun karena pengaruh cuaca," keluh Haryono.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ir Ricky Gunarwan mengaku, anjloknya harga getah karet sejak beberapa bulan terakhir belum diketahui secara pasti penyebabnya.  "Kami masih mencari tahu apa yang menjadi penyebab harga karet turun," kata Ricky.

Pihaknya akan mencarikan solusi agar petani tidak semakin terhimpit dengan kondisi yang terjadi saat ini. Karena jika dibandingkan dengan harga beras harga karet sekarang lebih rendah. "Kami berharap masyarakat bersabar," tutupnya.

SUMBER
© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...