logo

Tepergok Warga Berduaan sama Siroh di Hutan, Mastur Enggan Mundur dari Kades

Tepergok Warga Berduaan sama Siroh di Hutan, Mastur Enggan Mundur dari Kades

DEMOKRASI - Sejumlah warga Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, tetap meminta kepala desanya, Mastur, mundur dari jabatannya. Setelah tepergok di hutan jati desa setempat, Senin (16/7) malam lalu bersama Siroh, yang diduga sebagai selingkuhannya.

Namun, Mastur tidak hadir. Dia mengirim surat pernyataan bahwa siap untuk melanjutkan tugas sebagai kepala desa. Hal itu mengemuka saat mediasi yang diadakan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat dengan kepala desa di balai desa kemarin siang.

Praktis, warga yang memadati balai desa bersorak tak puas. Berulang kali warga berteriak menuntut mundur kepala desanya tersebut. Karena dinilai tak pantas menjadi pimpinan lagi.

Kepala BPD Wedusan Moh Latif mengungkapkan, dari hasil musyawarah BPD dan juga voting, enam anggota BPD menghendaki kepala desa mundur. Hanya tiga yang belum memberikan pendapatnya.

"Dengan begitu, saya mewakili warga Wedusan memutuskan untuk tidak mau dipimpin lagi oleh Mastur sebagai kepala desa. Mastur mesti turun hari ini (kemarin, Red) juga," terangnya.

Selanjutnya, hasil keputusan musyawarah dan voting diserahkan kepada camat Dukuhseti. Untuk selanjutnya diminta menunjuk plt kepala desa. "Hasil ini akan kami serahkan hari ini juga (kemarin, Red) kepada camat, supaya segera mendapat plt kepala Desa Wedusan," imbuhnya usai pertemuan yang dihadiri BPD, perangkat desa, ketua RT, RW, serta ratusan warga Desa Wedusan tersebut.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setda Pati Sudiyono melalui Kasubbag Pemerintahan Desa Indah Febriana mengungkapkan, mengenai hal tersebut. pihaknya sudah membuat laporan tertulis ke bupati. Bupati juga telah menugaskan Inspektorat melakukan pemeriksaan. "Dan perlu diketahui, jika memang mengundurkan diri, seharusnya tidak ada unsur pemaksaan," jelas Indah.

SUMBER
© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...