logo

Anies Diperebutkan Gerindra-PKS

Anies Diperebutkan Gerindra-PKS

DEMOKRASI -  Kosongnya kursi Wakil Gubernur DKI tak hanya memunculkan teka-teki siapa pengganti Sandiaga. Lebih dari itu, status Gubernur DKI Anies Baswedan pun jadi rebutan PKS dan Gerindra. 

Berawal dari ucapan Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Prabowo Soenirman yang menyatakan partainya rela melepas kursi wagub untuk PKS asalkan Anies menjadi kader Gerindra. 

"Kami keukeuh ya Taufik (M Taufik selaku Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra), dengan catatan tadi, sampai seandainya PKS ngotot, maka kami berharap Anies (Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta) menjadi kader Gerindra," tutur Prabowo, Senin (20/8). 

"Nggak ada alternatif lain, biar nggak dua-duanya cerminan PKS. Kalau Pak Anies jadi kader Gerindra, kita legowo bener," jelasnya. 

Anggota Majelis Syuro PKS Aboe Bakar Al-Habsyi berkeberatan atas pernyataan Prabowo tersebut. Aboe Bakar mengatakan sulit jika para pihak berambisi merebut kekuasaan. 

"Nggak ada kayak gitu-gitu, enak saja. Jangan fait accompli gitu-lah. Kita prinsipnya bersama. Yang namanya politik, posisi kekuasaan adalah harapan semua figur politik, tapi berambisi full itu agak sulit di tengah kita berkoalisi," tutur Aboe di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/8).

Berbeda dengan Aboe Bakar, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mempersilakan apabila Anies ingin bergabung dengan Gerindra. 

"Kalau Mas Anies mau jadi kader Gerindra atau yang lain, monggo saja, itu personal, tidak ada paksaan," tutur Mardani, Selasa (21/8). 

Sementara itu, Anies sendiri mengaku tak ingin dikait-kaitkan dengan deal partai-partai tersebut. Anies tak ingin proses pergantian Wagub DKI melebar. 

"Setahu saya, Gerindra dan PKS sudah seperti menjadi sekutu. Karena itu, silakan dibicarakan baik-baik di antara dua partai ini karena memang yang berhak," kata Anies di Balai Kota, Selasa (21/8). 

"Dari situ, kemudian Gubernur menerima namanya. Baru kemudian Gubernur memproses. Jadi diselesaikan itu saja. Tidak usah dikaitkan dengan yang lain-lain, cukup sampai situ," imbuhnya. 

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...