logo

Cerita Sandiaga Diajak ke Ruang Kerja Soeharto

Cerita Sandiaga Diajak ke Ruang Kerja Soeharto

DEMOKRASI  - Bakal cawapres Sandiaga Uno menghadiri peringatan hari kelahiran Siti Hartinah (Tien Soeharto) yang ke-95 di Cendana. Di sela-sela acara, Sandiaga mengaku diajak Siti Hardijanti Rukmana (Tutut) ke ruang kerja Presiden RI ke-2 Soeharto.

"Tadi sempat dibawa jalan-jalan, diperlihatkan sama Mbak Tutut tempat kerja Pak Harto. Kebetulan, kalau saya setiap Lebaran dulu kalau masih kecil selalu diajak oleh Ibu untuk sowan, silaturahim ke Cendana," kata Sandiaga seusai acara di kediaman Soeharto, Jl Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).

Kepada Sandiaga juga diceritakan tentang keseharian Soeharto saat masih menjadi presiden. Cerita yang didapatkan Sandiaga, Soeharto selalu berada di kantornya sampai pukul 17.00 WIB.

"Dan oleh Mbak Tutut diperlihatkan di mana posisi biasa beliau bekerja. Disposisi dikerjakan sebelum subuh, break salat subuh, setelah itu sampai pagi selesai disposisi," cerita Sandiaga.

"Tidak ada yang numpuk pekerjaan di kantor, dan Pak Harto sampai jam 5 sore di kantor, pulang ke rumah. Dan biasanya mengerjakan disposisi itu setiap pagi sekali, jadi masih fresh," imbuhnya.

Selain itu, kepada Sandiaga diperlihatkan foto-foto Soeharto. Hingga di akhir hidupnya, Jenderal Besar TNI itu tetap berada di Cendana dan tak mau dirawat di rumah sakit.

"Juga diperlihatkan beberapa foto-foto waktu (Soeharto) berhaji. Juga bahwa di masa-masa akhir hayatnya, beliau dirawat di salah satu kamar, salah satu tempat yang digunakan untuk merawat, karena Pak Harto nggak terlalu suka di rumah sakit. Jadi dibuat seperti tempat yang menyerupai rumah sakit," papar Sandiaga.

Di mata Sandiaga, Soeharto adalah inspirasi. Pemikiran Soeharto tentang ekonomi menjadi rujukan Sandiaga.

"Jadi ini salah satu inspirasi. Kita belajar dari beliau (Soeharto) untuk terus memperhatikan pertumbuhan, memperhatikan lapangan kerja, dan pemerataan menjadi kunci dari stabilitas ekonomi, yang mungkin kita bisa belajar intisarinya," tutup mantan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...