logo

Ditanya soal Andi Arief, Sandiaga singgung demokrasi sejuk & kepemimpinan kuat

Ditanya soal Andi Arief, Sandiaga singgung demokrasi sejuk & kepemimpinan kuat

DEMOKRASI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memanggil Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait tudingannya soal mahar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN. Namun Andi Arief tak datang.

Calon wakil presiden, Sandiaga Uno, tak ingin mengomentari secara khusus pemanggilan Andi Arief. Dia hanya ingin pemilu mendatang berjalan damai.

"Ya saya positif bahwa semua harus dilakukan dengan keinginan kita untuk menciptakan demokrasi yang sejuk, demokrasi yang transparan terbuka dan berkeadilan," kata Sandi di Kota Tua, Jakarta, Senin (20/8).

Dia berharap proses demokrasi di Indonesia yang sudah berjalan baik sejauh ini tidak kemudian dipecah belah oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Saya ingin salah satu pembeda dari pembeda di Pilpres 2019 menjadi satu kemajuan dari adanya keterbukaan, adanya transparansi dan juga dapat melahirkan kepemimpinan yang kuat yang lahir di Pilpres 2019 dapat melahirkan lapangan pekerjaan dan apa yang diinginkan oleh masyarakat yaitu ekonomi dapat lebih tergerak," jelasnya.

Soal tim sukses, sambung Sandi, dia pastikan masih terus difinalisasikan.

"Agar semua nama-nama yang baik itu terakomodir khususnya di bidang ekonomi banyak sekali masukan bagi kita adanya kita inginkan bahwa keinginan untuk sebuah platform ekonomi yang meningkat dan mendengarkan aspirasi dari emak-emak dari masyarakat," jelasnya.

Ditanya rencana pertemuannya Prabowo dan Jokowi, Sandi memastikan masih akan disesuaikan waktunya mengingat kesibukan Jokowi cukup padat saat Asian Games.

"Nanti, kita masih tunggu. Kita memberikan ruang bagi bapak Presiden yang sibuk sekali Asian Games," tegasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...