logo

Ditunjuk Prabowo, Mantan Panglima TNI Bisa Bernasib Seperti Mahfud MD

Ditunjuk Prabowo, Mantan Panglima TNI Bisa Bernasib Seperti Mahfud MD

DEMOKRASI - Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menunjuk mantan Panglima TNI Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan di Pilpres 2019.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengaku telah ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra.

Demikian disampaikan Djoko Santoso usai menghadiri perayaan hari kemerdekaan di Kampus Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018).

Djoko menuturkan, setelah penunjukan dirinya, selanjutnya akan dibahas komposisi tim pemenangan yang akan dibicarakan bersama dengan PKS, PAN dan Demokrat.

Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar pada Senin (20/8/2018) awal pekan depan.

“Kemarin kita sudah merumuskan bersama dengan PAN, dibentuk tim kecil untuk menghaluskan. Kalau nama sudah jelas saya. Insya Allah jelas saya ya,” ujarnya.

Akan tetapi, Djoko mengaku posisi tersebut bisa saja urung didapatkannya jika ada ada parpol koalisi lainnya menolaknya.

Pasalnya, penunjukannya sebagai ketua tim pemenangan masih harus mendapat persetujuan dari semua parpol koalisi.

“Saya tidak tahu (sudah fix jadi ketua timses atau tidak). Kalau ada yang nggak setuju bisa juga,” bebernya.

Untuk struktur organisasinya, lanjut Djoko, akan diisi dari masing-masing mitra koalisi yakni partai Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.

Namun, Purnawirawan jenderal bintang empat ini belum bisa memastikan kapan tim pemenangan akan diumumkan.

“Ini baru digodok. Senin mungkin baru disamakan dengan Demokrat, PKS dengan PAN kita berdua sudah rumuskan. Ini kan libur, Senin lah kita kerja lagi,” terang Djoko.

Djoko menambahkan, dirinya akan merasa senang jika putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa ikut bergabung dalam tim sukses koalisi oposisi tersebut.

Akan tetapi hingga saat ini, partai berlambang bintang mercy itu sama sekali belum menyerahkan nama.

“Saya enggak tahu, belum ketemu Demokrat ya. Mau dimasukkan ya alhamdulillah. Kita lihat saja yang diajukan Demokrat siapa,” terangnya.

Kendati demikian, usulan dari tiap partai pengusung dan rekomendasi ijtima ulama tentu bisa saja merubah ketua tim pemenangan.

“Oh iya kita hormati, perhatikan ya, kita pertimbangkan. Saya tidak tahu, kalau ada yang gak setuju bisa juga,” tukas Djoko Santoso.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...