logo

Farhat Abbas: Siapa saja merendahkan dan menghina pemerintah berhadapan dengan jubir

Farhat Abbas: Siapa saja merendahkan dan menghina pemerintah berhadapan dengan jubir

DEMOKRASI - Pengacara yang juga menjadi calon anggota legislatif dari partai PKB, Farhat Abbas mengatakan, sebagai juru bicara Joko Widodo-Ma'ruf Amin harus bisa meluruskan kata-kata yang menyindir bakal capres-cawapres tersebut. Terlebih untuk meluruskan pemberitaan yang memutarbalikkan fakta.

"Selama ini kan untuk jubir yang selama ini mendeskriditkan atau memutarbalikkan fakta-fakta tentang kepemimpinan pak Jokowi itu, kan seolah-olah kan kita terzalimi. Jadi untuk meluruskan kata-kata menyindir, menghina ya itu spesialisasi selama saya masih bisa menggunakan kata-kata berbicara tentang fakta itu akan saya gunakan komunikasi media sosial, tapi kalau tidak mereka akan kita hadapi dengan jalur hukum," kata Farhat di Kopi Politik, Jakarta Selatan, Selasa (14/8).

"Jadi siapa saja orang yang berbicara yang merendahkan, mempermalukan dan memutarbalikkan fakta menghina pemerintah selama ini akan berhadap dengan jubir yang menguasai bidang hukum dan siapa saja yang ditunjuk nanti bisa saya atau bisa juga tim-tim yang lain," imbuhnya.

Saat disinggung soal pernyataannya yang selalu keras dan diingatkan agar menjadi orang santun ketika menjadi jubir Jokowi-Ma'ruf, dia mengaku belum pernah memberikan pernyataan keras.

"Ya saya belum ada penyataan-pernyataan yang keras, hanya memang kita diberi pelatihan itu kita tidak boleh lagi berbicara santai-santai aja, tapi harus dengan kalimat keras pernyataan dan bukti nyata dan kita juga punya akibat apabila kita tidak santun atau menghina," ujarnya.

Oleh karena itu, para jubir ini diminta bagaimana menggunakan bahasa yang santun tidak terlalu menghina pak Prabowo dan juga tidak menghina Sandiaga Uno.

"Tapi orang-orang atau tim-tim belakang layar meraka yang ingin cari muka dari pihak oposisi yang tidak memiliki jabatan ingin mencari muka ingin mengejar kekuasaan baru, mimpi loh tapi pak Jokowi sudah nyata," jelasnya.

Selain itu, dia pun mengungkapkan, sampai saat ini tak pernah ada keluarga dari Jokowi yang bersinggungan dengan lembaga antirasuah. Terlebih lagi terlibat dengan beberapa proyek kesederhanaan pemerintah.

"Tidak pernah ada keluarga pak Jokowi ditangkap KPK atau polisi tidak ada satupun, kemudian tidak terlibat dalam pemerintah atau proyek-proyek dengan pemerintah kesederhanan, ini yang tetap dijaga 6 partai dan 3 partai baru bahwa figur negarawan yang sederhana baik saat ini bisa disandingkan dengan pihak agama yaitu adalah pak Jokowi," pungkasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...