logo

Ini kata pengelola Kalibata City soal viral pencopotan bendera merah putih

Ini kata pengelola Kalibata City soal viral pencopotan bendera merah putih

DEMOKRASI  - General Manager Apartemen Kalibata City Ishak Lopung angkat suara terkait viralnya sebuah video berjudul 'Pencopotan Paksa Bendera Merah Putih di Kalibata City oleh Pengelola' viral.

Dalam video yang diupload oleh akun youtube kabar kalcit menampilkan adegan seorang ibu-ibu berkerudung memegang bendera Indonesia.

Ia merupakan penghuni Apartemen yang marah-marah lantaran bendera yang dipasang di unitnya dicopot oleh seseorang yang diduga pengelola Apartemen.

Ishak Lopung menjelaskan saat itu seorang penghuni Apartemen memasang bendera Indonesia di Lantai 12 CF. Building Supervisor Apartemen meminta izin untuk menurunkan.

Alasannya karena bendera dipasang di tempat yang kurang layak yaitu diikat di antara bracket AC dan railing.

"Building Supervisor bersama sekuriti melihat ada bendera terpasang di atas di antara bracket AC dan railing. Posisinya juga tidak sempurna. Lalu orang kami naik ke atas. Ngetok pintu menyampaikan dengan baik," ujar dia saat dihubungi, Kamis (16/8).

Building Supervisor mengusulkan bendera dipasang di Ground Floor area taman. Tujuannya supaya bendera terlihat lebih rapih dan tertib. Sebab, lanjut Ishak, lambang negara harus dihormati.

"Silakan ibu jangan pasang bendera di situ. Kalau ibu mau silakan pasang di Ground Floor di area taman supaya semarak gitu. Jadi disampaikan bukan memaksa tiba-tiba kita copot," ujar dia.

"Kami minta jangan digantung sembarangan. Di antara bracket AC dan railing karena tidak bagus. Itu pun dengan baik-baik," tegas dia lagi.

Pemilik pun setuju. Building Supervisor bergegas memindahkan bendera ke bawah. Namun, tiga puluh menit berselang anak dari pemilik bendera yang bernama Nyimas marah-marah.

Ia bahkan mengajak penghuni lain untuk memprotes tindakan Building Supervisor. Aksinya pun kini viral di media sosial.

"Kami dituduh yang tidak-tidak oleh anak pemilik bendera. Padahal kami ingin bendera ditempatkan yang terhormat lah," ungkap dia.

Kaji ambil upaya hukum

Ishak Lopung mengancam akan memperkarakan ke meja hijau apabila video yang viral tersebut merugikan pihaknya.

"Kami masih pelajari kasus ini. Kalau kami lihat merugikan otomatis kami akan melakukan upaya hukum," ujar dia.

Ia mengatakan, video yang beredar di jejaring sosial tidak sesuai fakta sebenarnya. Ia pun membeberkan satu-persatu. Pertama, pencopotan bendera bukan secara serampangan seperti yang dituduhkan wanita yang berkerudung tersebut.

"Kami mencopot bendera juga tidak ujuk-ujuk langsung copot. Kami meminta izin baik-baik. Ketika di izinkan langsung kami copot dan sarankan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih baik," ujar dia.

Kedua, soal jumlah bendera yang diturunkan. Dalam video nampak seorang wanita yang mengaku-ngaku bernasib seperti orangtua Nyimas. Ishak pun membantahnya.

"Tidak ada. Jumlah cuma satu unit. Tidak ada yang lain", ujar dia.

Ishak menuding, orang-orang yang berada di dalam video memutarbalikan keadaan yang sebenarnya. Kini, ia pun tengah memikirkan langkah untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Masih kami pelajari dulu," ujar dia.


© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...