logo

Mensos: Orang berkomentar gempa Lombok azab itu kesesatan dan tak berlogika

Mensos: Orang berkomentar gempa Lombok azab itu kesesatan dan tak berlogika

DEMOKRASI - Menteri Sosial Idrus Marham menjadi khatib salat Iduladha 1439 Hijriah di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (22/8). Menurut Idrus, gempa bumi yang menyebabkan lebih dari 500 warga Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia bukan sebagai azab akan tetapi ujian dari Allah SWT.

"Orang berkomentar di media sosial gempa Lombok merupakan azab. Itu adalah kesesatan dan tidak berlogika," kata Idrus, seperti dilansir Antara.

Salat Hari Raya Iduladha di lapangan yang dijadikan Posko Utama Penanganan Bencana Gempa Lombok Utara tersebut, dengan imam Muhammad Faiz Mentigi, diikuti ratusan pengungsi serta anggota TNI dan Polri.

Idrus Marham mengatakan, azab dari Allah SWT ditujukan kepada umat yang membangkang. Sedangkan warga NTB dikenal sebagai umat yang memiliki keimanan tinggi. Bahkan daerah tersebut dijuluki 'Pulau Seribu Masjid'.

"Logika Islam, gempa bumi yang terjadi saat ini adalah ujian untuk mengingatkan warga NTB selalu berpegang pada keimanan dan ketaatan," ujarnya.

Dalam menyikapi ujian, Idrus Marham mengajak seluruh warga NTB untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim, yang dengan penuh prinsip ketauhidan, ikhlas, dan sabar menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail.

Menurut dia, ada empat prinsip hidup yang bisa diambil dan menjadi renungan dalam menyikapi ujian berupa bencana gempa bumi yang dialami warga NTB.

Pertama adalah sikap tauhid yang kuat bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah kehendak sang pencipta, kedua, warga NTB harus ikhlas dalam menghadapi segala ujian sehingga bisa beban yang dirasakan tidak terlalu berat.

Ketiga adalah selalu bersabar dalam menjalankan ibadah, keempat, tidak boleh berputus asa menghadapi segala tantangan hidup.

"Nabi Ibrahim selama 90 tahun menunggu kelahiran Nabi Ismail. Begitu anaknya tumbuh besar datang perintah menyembelihnya. Namun semua itu dilaksanakan dengan penuh ketauhidan, keikhlasan, dan kesabaran. Pada akhirnya lolos dari ujian Allah SWT," ucap Marham.

Pada kesempatan itu, Idrus juga mengajak warga NTB memanfaatkan momentum Iduladha 1439 Hijriah untuk bangkit kembali membangun Lombok.

"Dengan dasar ketauhidan pasti akan ada pertolongan. Tidak mungkin Allah SWT membiarkan hambanya mengalami ujian tidak sesuai kemampuannya," kata Idrus, sambil mengutip ayat suci Al Quran sebelum mengakhiri khutbahnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...