logo

Menteri Susi sebut 125 kapal pencuri ikan terindikasi penjualan manusia

Menteri Susi sebut 125 kapal pencuri ikan terindikasi penjualan manusia

DEMOKRASI - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah memimpin penenggelaman secara serentak 125 kapal pencuri ikan di lautan Indonesia. Tak hanya mencuri ikan, sebagian kapal yang ditangkap juga terindikasi melakukan tindak kejahatan kemanusiaan.

"Beberapa ada indikasi penjualan manusia juga. Untuk itu kita tahan nahkoda dan bawahannya," kata Susi di kantornya, Selasa (21/8).

Untuk itu, selaku komandan Satgas 115, Susi meminta kepada seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaannya, mengingat masih adanya aksi-aksi yang sama, meski jumlahnya telah menurun.

Susi mengungkapkan, saat ini wilayah Sulawesi Utara masih menjadi zona merah mengingat masih menjadi laham bagi para kapal-kapal pencuri ikan.

"Pengamanan perairan Sulawesi Utara dari kapal-kapal asing yang masuk ke Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi kita," tegasnya.

Seperti diketahui, penenggelaman kapal dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) untuk 116 kapal dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal.

Penenggelaman dilakukan terhadap 15 kapal di Bitung, 40 kapal di Natuna, 23 kapal di Tarempat Anambas, 18 kapal di Pontianak, 9 kapal di Batam, 7 kapal di Belawan, 6 kapal di Cirebon, 3 kapal di Aceh, 2 kapal di Tarakan, 1 kapal di Ambon, dan 1 kapal di Merauke.

Sementara itu, kapal yang ditenggelamkan mayoritas adalah kapal-kapal berbendera asing. Dimana kapal bendera Vietnam sebanyak 86 kapal, Malaysia 20 kapal, Filipina 15 kapal, dan Indonesia 5 kapal.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...