logo

PAN Sewot, Jangan Biarkan Andi Arief Masuk Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga

PAN Sewot, Jangan Biarkan Andi Arief Masuk Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga

DEMOKRASI - Sampai saatu ini, tim pemenangan Prabowo-Sandiaga masih juga belum terbentuk meski kubu Jokowi-Ma’ruf sudah lebih dulu menuntaskan pekan lalu.

Kendati demikian Partai Amanat Nasional (PAN) sama sekali tak mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Justru yang paling dikhawatirkan adalah masuknya sosok Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief ke dalam tim pemenangan koalisi oposisi.

Untuk itu, PAN meminta Demokrat mempertimbangkan lebih dulu jika mencantumkan Andi Arief sebagai salah satu perwakilan Demokrat dalam tim pemenangan.

Demikian disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) PAN Eddy Soeparno di Kantor DPP PAN, Rabu (22/8/2018).

“Kalau nanti Partai Demokrat ingin memasukan nama Andi Arief, saya berharap, keputusan bisa dipertimbangkan secara hati-hati,” kata Eddy.

Lebih lanjut, anak buah Zulkifli Hasan itu meminta Andi Arief harus lebih dulu menjelaskan terkait tudingan mahar politik yang juga menyeret PAN dan PKS.

Ia mendesak, agar Andi Arief tak hanya bercuit di media sosial saja, melainkan membeberkan bukti otentik.

“Kami tetap menunggu sikap dan penjelasan dari Andi Arief untuk menjelaskan apa bukti dari tuduhan itu,” ujar Eddy.

Pembuktian tersebut, terangnya, dianggap pihaknya cukup penting.

Alasannya, koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga itu tengah intens membahas pembentukan tim pemenangan.

Dia berharap dengan kejelasan itu, pembicaraan dapat segera selesai dengan cepat dan segera diumumkan.

Akun Muhaimin Iskandar Diblokir, cuma Begini Penjelasan Twitter

Untuk diketahui, Andi Arief sebelumnya membeberkan dugaan mahar politik dalam penentuan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Kasus itu sendiri ikut menyeret PAN dan PKS yang disebutnya menerima Rp500 miliar sebagai ‘pelicin’.

Cuitan itu kemudian dibantah baik oleh PAN dan PKS. Akan tetapi Sandiaga mengakui penyerahan uang tersebut.

Akan tetapi, Sandi membantah uang itu sebagai mahar politik, melainkan biaya kampanye.

Anehnya, uang itu diberikan sebelum mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ditetapkan oleh Prabowo sebagai cawapresnya.

© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...