logo

PKS Anggap Masalah 'Mahar' Rp 500 M Selesai

PKS Anggap Masalah 'Mahar' Rp 500 M Selesai

DEMOKRASI - Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin menyebut tudingan elite Demokrat Andi Arief soal 'mahar' Rp 500 miliar ke PKS dan PAN dianggap selesai. Sebab tudingan tersebut dinilai PKS tidak terbukti.

"Saat ini sedang ditangani tim hukum, ada rencana dari tim hukum (menindaklanjuti) tapi sampai sekarang belum. Karena melihat perkembangan yang ada, kita juga komunikasi dengan Demokrat dan partai lain dan masalah ini dianggap selesai," ujar Suhud bicara soal tudinga Andi Arief mengenai 'mahar' terkait penentuan cawapres dalam program Mata Najwa di Trans7, Rabu (15/8/2018). 

Persoalan tudingan Andi Arief menurut Suhud dianggap selesai, karena tidak pernah ada pembicaraan soal duit-duit yang diistilahkan dengan mahar Pilpres. 

"Apa yang disebut 500 (Rp 500 miliar) itu tidak ada. Mahar itu kan di depan kalau nikah, yang ada penjelasan Pak Sandi itu tim menghadapi kampanye dan biaya-biaya untuk kampanye, biaya nikahan yang rama-ramai itu. Bukan mahar untuk kepentingan tertentu, jadi tidak ada masalah," papar Suhud. 

Namun menurut Suhud belum ada nominal biaya kampanye. Karena kebutuhan kampanye, sambung Suhud, harus dihitung bersama parpol koalisi Prabowo-Sandiaga. 

Sementara itu Kadiv Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, pernyataan Andi Arief yang menggunakan istilah jenderal kardus dan tudingan duit Rp 500 miliar ke PKS dan PAN terkait pencalonan Sandiaga sebagai cawapres, hanya ekspresi kekecewaan. 

Ferdinand berbicara soal perjalanan penetapan capres-cawapres. Pertemuan Prabowo Subianto dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono disebut Ferdinand tidak menemui kata sepakat.

"Waktu Pak Prabowo datang, pertemuan tertutup, Pak Prabowo menyampaikan terkait ini dan kemudian membawa calon alternatif Bang Sandi. Kita menawarkan solusi lain, karena elektabilitas Sandi belum terpotret lembaga survei. Waktu itu menyebut nama Pak Mahfud, menyebut juga Anies Baswedan dan sederet nama, tapi tidak ketemu ujungnya," kata Ferdinand bicara soal pertemuan Prabowo dan SBY pada hari Kamis 9 Agustus. 

Namun proses terus bergulir hingga akhirnya dideklarasikan Prabowo-Sandiaga di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel.

"Andi Arief kecewa tapi berbeda mengekspresikan kekecewaan dan kemarahan," sebut Ferdinand.

Soal sisa dinamika politik tersebut, PKS menegaskan kesolidan koalisi memenangkan Prabowo-Sandiaga.

"Solid. Ketika deklarasi Prabowo-Sandi kita sudah menghilangkan kepentingan partai, kita sepakat Prabowo-Sandi harus dimenangkan," ujar Suhud. 

© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...