logo

Sandiaga Resmi Dilaporkan, Gerindra Geram, Ancam Penjarakan Andi Arief

Sandiaga Resmi Dilaporkan, Gerindra Geram, Ancam Penjarakan Andi Arief

DEMOKRASI - Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Selasa (14/8). Laporan dibuat terkait dugaan pemberian mahar politik Rp1 triliun ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

“Kalau sebelum proses sudah ada dugaan hal yang kurang baik, ini bisa menjadi noda dalam demokrasi. Tidak ingin noda mengotori dalam proses pemilu nanti maka kami mengajukan pengaduan,” ucap Sekjen Federasi Indonesia Bersatu Muhammad Zakir Rasyidin usai menyampaikan laporan di Gedung Bawaslu, Jakarta.

Fahmy mengatakan apa yang dilakukan Sandiaga Uno melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 pasal 288 tentang Pemilu.

“Langkah yang kami lakukan hari ini adalah bentuk respon daripada pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief karena berkali-kali kita lihat dia mengatakan dia mendapatkan informasi terkait politik mahar Rp 500 miliar dari orang yang kredibel,” katanya.

Fahmy membawa bukti berupa kicauan Andi Arief yang beberapa waktu lalu menyebut adanya mahar politik Rp 500 miliar yang diberikan Sandiaga kepada PAN dan PKS agar bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Selain itu, Femmy juga menyertakan pernyataan Sandiaga yang membenarkan adanya dana yang ia berikan untuk kedua partai sebagai dana kampanye.

“Laporan sudah diterima meski ada sejumlah berkas yang masih harus dilengkapi,” tukas Fahmy.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo memastikan pernyataan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief soal mahar dari Sandiaga Uno di twitter hanya pernyataan pribadi.

Keyakinan Edhy ini karena dirinya sudah meminta konfirmasi kepada Partai Demokrat.

Dikatakan Edhy, DPP Partai Demokrat menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Andi Arief merupakan tindakan individu di luar instruksi partai secara institusional.

“Kami sudah mendapat klarifikasi dari Demokrat,” ujar Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo di Kediaman Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (14/8).

Edhy mengatakan tudingan Andi Arief tersebut tidak berdasar. Menurutnya tidak masuk akal parpol yang akan mengusung pasangan calon justru malah meminta mahar.

Pihaknya juga sedang mengkaji langkah hukum jika Andi masih meyakini ada mahar yang diberikan Sandi untuk menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

“Kalau memang masih berkeyakinan (Sandi menyerahkan mahar), kami masih melakukan upaya-upaya hukum,” tandas Edhy.

© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...