logo

Ketua Umum PSSI Seperti Orang Pacaran Menggantung Hubungan

Ketua Umum PSSI Seperti Orang Pacaran Menggantung Hubungan

DEMOKRASI - Pasca insiden meninggalnya suporter Persija, Haringga Sirila, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 1 2018 dalam batas waktu yang tidak ditentukan.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewa S Broto mengatakan, keputusan itu sebagai tindakan yang kurang mendidik.

"Ini sebetulnya kurang mendidik. Kan mottonya PSSI itukan profesional, bermartabat," kata Gatot usai diskusi Perspektif Indonesia bertajuk "Masihkah Ada Harapan Pada Sepakbola Kita?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9).

Jika mottonya demikian, sambung Gatot, PSSI harus profesional dalam arti semua keputusan ada hitungan, indikator dan batas waktu dalam sanksi yang diberikan.

Hal itu bertujuan agar klub bisa berhitung dengan investor, sponsor juga para pemangku kepentingan lainya.

"Tapi kalau sampai waku yang tidak ditentukan, gimana? Kayak orang pacaran, kalau cuma digantung saja kan enggak suka juga," pungkas Gatot.

Atas peristiwa naas yang membuat suporter Persija, Haringga Sirila meninggal dunia, Kemenpora juga ikut berduka dengan menghentikan sementara Liga 1. Namun, Kemenpora mengambil keputusan menghentikan Liga 1 selama dua minggu. [rus]

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...