5 BERITA POPULER NUSANTARA: Modus "Swinger" hingga Tanggapan Yusril untuk Amien Rais


DEMOKRASI - Perilaku seksual menyimpang dari tiga pasang suami isteri di Surabaya masih menjadi sorotan pembaca di Kompas.com, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, topik tentang pernyataan Amien Rais tentang adanya praktek korupsi di KPK dianggap Yusril Ihza Mahendra sebagai kegaduhan. Bagaimana cerita lengkapnya?.

Berikut ini 5 berita populer nusantara pada hari kemarin.

1. Fakta yang terungkap dalam kasus "swinger" tiga pasutri di Surabaya

3 pasang suami isteri peserta pesta swinger diamankan di Mapolda Jatim, Selasa (9/10/2018).(KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL)

Enam pelaku telah diamankan polisi saat penggrebekan praktek "swinger" di sebuah hotel di Jalan Diponegoro, Surabanya. Mereka adalah Eko, DA, AG, RD, ARP, dan DYA.

Salah satu pelaku, Eko Hardianto (31), sekaligus penggagas acara pesta seks tersebut. menjelaskan bagaimana dirinya menjaring korban melalui akun Twitternya.

Setelah ada respon, Eko tidak serta merta langsung menggelar pesta, namun ada sejumlah syarat bagi calon peserta pesta. Salah satunya adalah membayar kepada Eko sejumlah uang untuk setiap pasangan.

Modus tersebut ternyata telah berhasil dilakukan Eko sebanyak empat kali. Eko telah ditetapkan menjadi tersangka.

Uang dan kepuasan ragawi menjadi tujuan para pelaku.

2. Kegaduhan Amien Rais menurut Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/7/2018).(Reza Jurnaliston)

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menyebut Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, membuat gaduh.

Kegaduhan berasal dari pernyataan Amien Rais soal akan membongkar kasus korupsi yang mengendap di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

"Kalau Pak Amien punya bukti kasus korupsi serahkan saja ke KPK. Jangan membuat kegaduhan di tengah suasana politik yang sedang hangat," kata Yusril seusai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Dia berharap, apa yang dikatakan Amien Rais tidak menjadi polemik baru berkepanjangan, yang berpotensi memecah belah.

Pernyataan politik di tahun politik semakin marak.

3. Fakta baru gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah

Jenasah korban gempa bumi ditemukan di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Berdasar data masuk per 10 Oktober 2018, pukul 13.00 wib, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban gempa Donggala dan tsunami Palu menjadi 2.045 orang.

Selain itu, ketinggian tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) ternyata mencapai 11,3 meter. Untuk titik terendahnya adalah 2,2 meter.

Fakta lainnya mengungkap bagaimana proses evakuasi akan dihentikan pada hari Kamis (11/10/2018).

Usaha keras tim SAR mengevakuasi korban patut diapresiasi.

 4. Kecelakaan maut truk tronton di Sibolangit

Truk tronton terlibat kecelakaan laga kambing dengan truk di Desa Sumbul Pasar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.(Tribun Medan/handout)

Kecelakaan maut antara dua truk tronton terjadi di Jalan Jamin Ginting, Desa Sumbul Pasar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Tiga orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini, salah satunya adalah sopir tronton.

Selain itu, akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di jalur Medan-Berastagi sempat lumpuh total.

"Antrean panjang, dari arah Medan sudah sampai Sembahe, dari Kabanjahe sudah sampai Panatapan. Kami imbau kepada soopir-sopir diarahkan kembali ke arah asalnya masing-masing," ungkap Faidir.

Bagaimana kronologi kecelakaan tersebut?

5. Tujuh pelajar diduga perkosa anak gadis di bawah umur

Tujuh remaja diduga pelaku pemerkosaan anak bawah umur(KOMPAS.COM/FIRMANSYAH)

Satuan Reskrim Umum Polres Kaur Bengkulu menangkap 7 remaja berstatus pelajar karena diduga melakukan pemerkosaan terhadao seorang anak di bawah umur berinisial DA (14).

Ketujuh pelaku tersebut ditangkap enam jam setelah melakukan pemerkosaan. Ketujuh pelajar tersebut masing-masing bernama DS (17), EK (20), IS (18), GN (20), BB (19), AW (17) dan AP (16).

"Laporan ini disampaikan oleh ibu korban saat mengetahui anaknya sudah diperkosa," kata Afrizal, Selasa (9/10/2018).

Apa yang membuat tujuh remaja tersebut nekat memperkosa?

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Perilaku seksual menyimpang dari tiga pasang suami isteri di Surabaya masih menjadi sorotan pembaca di Kompas.com, Rabu (10/10/2018).