logo

Alasan Tim Prabowo-Sandiaga Gunakan Kata "Menyelamatkan Indonesia" di Visi Misi

Alasan Tim Prabowo-Sandiaga Gunakan Kata "Menyelamatkan Indonesia" di Visi Misi

DEMOKRASI - Pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno sudah memasukkan dokumen visi misinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dirilis ke publik melalui situsweb KPU.

Pasangan calon nomor urut dua itu menjabarkan visi misinya dalam 4 pilar besar.

Salah satu yang menjadi fokus pasangan ini adalah pilar bidang ekonomi.

Dalam salah satu butir pilar ekonomi tersebut, Prabowo-Sandiaga menilai perlunya penyelamatan Indonesia di bidang ekonomi.

Bunyi lengkap butir ini adalah "Menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan di bidang ekonomi, dengan mewujudkan sumberdaya manusia yang produktif dan mampu bersaing di tingkat dunia".

Chairman Sustainable Development Indonesia sekaligus anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo saat menggelar konferensi pers di ruang Fraksi PAN, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Dradjad Wibowo mengatakan, pengunaan kata "Menyelamatkan Indonesia" di butir pilar ekonomi bukan tanpa alasan.

"Butir tersebut dasar pertimbangannya adalah, Indonesia tidak boleh lagi hanya mengandalkan kekayaan alam sebagai tulang punggung ekonomi," ujar Dradjad kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Dradjad yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini terlalu mudah digoyang oleh faktor eksternal karena rapuhnya sumber-sumber pertumbuhan domestik.

Ia mencontohkan, industri yang terlalu bertumpu pada industri primer, ekspor terlalu mengandalkan komoditas, dan dominansi impor dalam proses produksi dan konsumsi terlalu tinggi.

Sementara, sumber daya manusia dinilai belum menjadi sumber kekuatan ekonomi.

"Jadi ada kelemahan mendasar yang membuat ekonomi mudah goyang seperti sekarang," kata dia.

Menurut Dradjad, Prabowo-Sandiaga akan menjadikan kondisi ekonomi tersebut sebagai fokus dalam visi misinya.

Pengembangan sumber daya manusia akan dijadikan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

Inovasi dan kreativitas, kata Dradjad, akan menjadi motor, baik untuk sektor seperti pengolahan hasil pertanian hingga ke sektor modern seperti ekonomi digital dan pengembangan IT.

Inovasi dan kreativitas bisa menghasilkan para usahawan muda.

Ia menyebutkan, di Italia, para usahawan muda mampu mengolah limbah hasil pertanian seperti jeruk menjadi tekstil untuk industri fashion di negara tersebut.

Di AS dan Eropa Barat, para pengusaha muda bisa menghasilkan outlet ritel kopi dengan nama-nama besar. Di Singapura, muncul para traders muda.

Sementara, di Indonesia, inovasi dan kreativitas itu bisa menghasilkan orang seperti CEO Go-jek Nadiem Makarim.

"Sayangnya, Nadiem ini adalah hasil inisiatif individual. Negara kurang atau bahkan tidak hadir dalam menyiapkan 'pemenang' seperti Nadiem," ujar Dradjad.

"Inilah salah satu pilar kebijakan ekonomi Prabowo-Sandi. Rinciannya banyak. Tapi bahasa gampangnya, negara harus pro-aktif dan menginvestasikan dana APBN yang memadai untuk menghasilkan lebih banyak lagi Nadiem baru," lanjut dia.



SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...