Banyak Awak Kabin di Australia Alami Pelecehan Seksual


DEMOKRASI - Sebuah survei terbaru mengungkapkan sebanyak 65 persen awak kabin maskapai penerbangan di Australia mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja.

Hasil survei yang diadakan Serikat Pekerja Transportasi (TWU) ini menyebutkan satu dari lima awak kabin mengaku alami lebih dari 10 kali kejadian pelecehan seksual dalam karir mereka.

Surevi ini melibatkan 400 awak kabin di seluruh maskapai penerbangan.

Disebutkan, empat dari lima awak kabin mengaku alami pelecehan seksual dari rekan kerjanya sendiri dan tiga dari lima awak kabin mengaku mengalaminya dari penumpang.

Survei menanyakan pengalaman para awak kabin tentang pelecehan seksual dan bagaimana penanganannya di tempat kerja.

Ketua TWU Michael Kaine menjelaskan dalam 12 bulan terakhir, kalangan industri penerbangan banyak melaporkan kejadian pelecehan seksual di tempat kerja.

"Kami putuskan melakukan survei agar mereka menyampaikannya sendiri," katanya.

Hasil survei menunjukkan adanya kasus penumpang yang mengekspos dirinya ke awak kabin. Begitu pula penumpang yang meraba paha dan pantat awak kabin.

Selain itu, ada kasus berupa ucapan-ucapan berbau seksual dan merendahkan yang ditujukan pada awak kabin.

"Ini laporan serius serangan seksual. Para pekerja diserang di tempat kerjanya," kata Kaine.

Laporan ini, katanya, tentunya mengejutkan masyarakat Australia dan harus segera diubah.

"Kami menyerukan maskapai penerbangan mengatasi budaya yang memungkinkan terjadinya keadaan mengerikan ini," ujarnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Sebuah survei terbaru mengungkapkan sebanyak 65 persen awak kabin maskapai penerbangan di Australia mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja.