logo

Bayar Utang Rp 3.600 Triliun, Mahathir Berencana Jual Aset Malaysia

Bayar Utang Rp 3.600 Triliun, Mahathir Berencana Jual Aset Malaysia

DEMOKRASI - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyebut dia membutuhkan pemasukan baru untuk membayar utang 1 triliun ringgit, atau Rp 3.663 triliun.

Dalam pidatonya dikutip Reuters via Channel News Asia Selasa (9/10/2018), Mahathir berencana menerapkan pajak baru dan menjual aset Malaysia.

Dalam konferensi pers diwartakan The Star, PM berusia 93 tahun itu menjelaskan pajak baru itu bakal berbeda dari Pajak Penjualan dan Jasa.

"Pajak ini tidak akan membebani rakyat Malaysia terlalu banyak. Karena itu kami masih mencari formulasi yang tepat," papar Mahathir.

PM dari koalisi Pakatan Harapan itu menuturkan, aset yang bakal dijual bakal berbentuk tanah maupun aset berharga yang lain.

Mahathir menjabarkan pendahulunya, Najib Razak, menjual aset itu kepada pihak asing yang dia anggap tak memberikan dampak positif bagi Malaysia.

PM yang berkuasa di 1981 hingga 2003 itu berkata dia mempunyai niat untuk menjual aset tersebut kepada rakyat Malaysia sendiri.

"Mereka mengembangkan aset seperti misalnya membangun kawasan permukiman yang bisa memberikan mereka keuntungan," beber dia.

Lebih lanjut, politisi yang pernah merangkap sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri itu berujar bakal mereformasi aparat pemerintahan.

"Reformasi itu adalah tantangan yang kami hadapi. Saya yakin kami bisa membentuk kembali aparat yang dihancurkan rezim sebelumnya," tegas dia.

Mahathir menyalahkan Najib sebagai orang yang membuat utang Malaysia menumpuk setelah memenangkan pemilihan umum 9 Mei lalu.

Selain membatalkan sejumlah proyek yang dianggap tak menguntungkan, Mahathir juga membuka donasi bernama Tabung Harapan bagi rakyat Malaysia yang berniat mengurangi utang negara.

Hingga 28 September, media Malay Mail memberitakan total sumbangan yang terkumpul mencapai 193,98 juta ringgit atau sekitar Rp 708,6 miliar.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...