Headline

logo

Beda Prabowo dan Elite Gerindra Soal Penasihat 'Jangan Bicara Keras'

Beda Prabowo dan Elite Gerindra Soal Penasihat 'Jangan Bicara Keras'

DEMOKRASI - Prabowo Subianto mengungkap ada seseorang yang menasihatinya agar jangan bicara keras. Sosok orang itu misterius, bahkan elite Gerindra juga beda pandangan dengan Prabowo.

Soal nasihat agar jangan bicara keras itu, disampaikan Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran Ponpes di Jl Sukabumi, Cianjur, Minggu (2/10/2018) kemarin. Awalnya Prabowo mengungkap banyak pihak yang menuding dirinya haus kekuasaan.

"Ada yang sengaja datang ke saya memberi saran Pak Prabowo kalau pidato jangan keras-keras, dan dia orang baik, dia pendukung saya, jadi saya bicara itu yang sejuk, pelan-pelan," kata Prabowo di forum tersebut.

Meski ia menyebut yang memberikan saran itu orang baik dan mendukung dia, namun Prabowo tak mendengarkan saran tersebut. Prabowo tak bisa berhenti bicara keras sementara kondisi bangsa memprihatinkan.

"Tapi saya tidak bisa tinggal diam, ketika masih ada rakyat yang kelaparan sementara di Jakarta sana segelintir orang mencuri kekayaan kita, rakyat Indonesia dianggap bodoh semua. Orang-orang yang sudah mencuri uang rakyat dengan uang hasil curiannya itu mereka sudah menguasai televisi, mereka menguasai surat kabar dan mungkin pidato ini tidak keluar, enggak ada urusan saya, saya akan bicara apa adanya saja," ungkap dia.

Nah apa yang disampaikan Prabowo itu kemudian jadi viral. Banyak elite parpol pendukung Jokowi mempertanyakan siapa orang yang menasihati Prabowo untuk berhenti bicara keras itu. Elite Gerindra pun bereaksi menyebut orang itu berasal dari kubu Jokowi.

"Kubu sebelah pasti yang minta, ada seseorang yang lobi Pak Prabowo tidak keras-keras. Sekarang juga Pak Prabowo jangan bicara ekonomi. Jangan bicara soal ketampanan," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi, Minggu (7/10/2018) malam.

Sama dengan Prabowo, Andre mengungkap capresnya itu tak akan tinggal diam. Andre mengatakan kubunya juga akan menyoroti penanganan korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Lalu kita akan terus mengkritisi ekonomi Indonesia karena sekarang ekonomi kita mulai gawat. Dolar di atas Rp 15.200. Pemerintah terkesan gagap menghadapi persoalan dolar ini. Aset kebijakannya tak ada yang konkret. Lalu kalau kami dilarang bicara soal ekonomi kan tidak realistis," tuturnya.

"Lalu kami bicara soal Lombok, janji bantuan pemerintah tak ada yang dilaksanakan. Contoh uang jaminan hidup kan udah dijanjikan dari awal, sampai 3 bulan berjalan belum terealisasi. Apalagi uang perbaikan rumah oleh pemerintah," sambung Andre.

Sudah jelas Prabowo dan elite Gerindra sepakat soal tidak akan tinggal diam. Namun ada perbedaan soal sosok pembisik agar Prabowo berhenti bicara keras itu, siapa sebenarnya orang itu di kubu Prabowo atau Jokowi?

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...
loading...