logo

Begini Serunya Siswa Kelas 2 SD di Pasuruan Latihan Wirausaha

Begini Serunya Siswa Kelas 2 SD di Pasuruan Latihan Wirausaha

DEMOKRASI - Pendidikan tak melulu soal pengajaran di kelas atau membongkar isi buku. Sesekali siswa diajak mempraktikkan nilai-nilai tertentu, bahkan sejak dini. Seperti halnya yang dilakukan di Sekolah Dasar Islam (SDI) Kota Pasuruan ini.

Dalam acara bazar yang digelar sekolah yang berlokasi di Jalan Abdul Hamid 98 B, Kota Pasuruan ini, belasan siswa dilatih untuk berniaga. Namun tak hanya soal jual beli, para siswa diminta menjual hasil kreasinya sendiri di rumah. Transaksi yang dilakukan juga menggunakan uang asli.

Para siswa pun sangat antusias dengan kegiatan ini. Bak pedagang berpengalaman, mereka menawarkan produk ke siswa lainnya dan para wali murid. Tawar-menawar harga pun terjadi dengan gaya khas anak-anak diselingi canda tawa.

"Puding jelinya berapa?" tanya seorang siswa, Sabtu (27/10//2018).

"Seribu," jawab siswa yang menjual puding jeli.

Pembeli kemudian mengeluarkan uang Rp 2.000 lalu siswa yang menjual memberikan sebungkus kecil puding jeli plus uang kembalian Rp 1.000.

M Athuf al Fayyadh (8), siswa penjual puding jeli mengaku dagangannya laris manis. Ia mengatakan jeli-jeli itu dibuat bersama sang ibu di rumah, sehari sebelumnya.

"Buat kemarin, lalu dimasukkan kulkas," ujar Fayyadh, sembari mengumbar senyum karena dagangannya laris.

Guru Kelas 2 SDI, Siti Maulanah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan praktik pelajaran tematik tentang pemecahan mata uang. Semua siswa kelas 2 menjadi pedagang dalam acara bazar sekolah.

"Semua siswa kelas 2 berdagang, yang beli siswa dari kelas lain, ada juga wali murid yang beli," terangnya.

Siti mengatakan, selain target membiasakan siswa dengan pemecahan mata uang, pratik tersebut bisa mengembangkan kemampuan berniaga para siswa. Ajang tersebut juga bisa menjadi sosialisasi para siswa dengan adik dan kakak tingkatnya.

"Juga kami tekankan kejujuran dalam berdagang, makanan dan minuman yang dijual harus dipastikan halal dan bersih," pungkasnya.

Dalam pantauan detikcom, rata-rata stan siswa ramai dagangan mereka juga laris diserbu siswa-siswa yang biasanya jajan di luar sekolah.

Menurut salah seorang wali murid, Fatmawati, dari sisi ekonomi memang tak berniat mencari untung.

"Kalau itungan cari untung yang nggak. Ini kan memang untuk pendidikan anak-anak," ungkapnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...