logo

Belasan Rumah di Purworejo Rusak Akibat Tanah Bergerak

Belasan Rumah di Purworejo Rusak Akibat Tanah Bergerak

DEMOKRASI - Fenomena tanah bergerak terjadi di Purworejo Jawa Tengah meskipun musim penghujan belum tiba. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tercatat belasan rumah rusak dan puluhan rumah lainnya kini terancam.

Tanah bergerak melanda Desa Puspo, Kecamatan Bruno dalam beberapa hari terakhir. Karena diduga masih aktif, hingga kini petugas BPBD masih terus memantau fenomena gerakan tanah tersebut untuk meminimalisir dampak dan korban.

"Untuk korban alhamdulillah tidak ada. Namun ada belasan rumah yang rusak yakni di Dusun Sejati dan Surodadi dan puluhan rumah lain juga terancam. Kami masih pantau terus perkembangannya," kata petugas mitigasi BPBD Purworejo, Salman ketika ditemui detikcom di lokasi kejadian, Kamis (25/10/2018).

Salman menambahkan, penyebab pergerakan tanah tersebut belum diketahui secara pasti. Namun dugaan sementara karena struktur tanah yang sudah sangat tua dan lembek. Formasi bebatuan yang menjadi satu dengan formasi Wonosobo juga diduga sudah lapuk.

Hasil mitigasi menunjukkan bahwa formasi retakan berbentuk seperti tapal kuda dengan mahkota retakan terletak di atas bukit desa setempat yang berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman warga. Dikhawatirkan retakan akan semakin meluas jika musim penghujan nanti tiba.

Penampakan retak di rumah warga akibat tanah bergerak. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Oleh karena itu kami mengimbau warga untuk segera menutup rekahan tanah sebelum musim hujan tiba sehingga air tidak masuk ke dalam tanah yang terbuka, kemudian segera mengungsi apabila retakan menjadi bertambah semakin parah. Selain itu agar warga segera melaporkan secepatnya kepada pemerintah desa atau ke BPBD langsung sehingga segera ada tindak lanjut penanganan apabila rekahan masih terus berlanjut," imbuhnya.

Fenomena tersebut menyebabkan kerusakan pada lantai dan dinding rumah retak, bahkan beberapa rumah terlihat miring. Hasil pengamatan detikcom di lapangan, lebar retakan yang merusak lantai dan dinding warga berkisar antara 5 cm hingga 10 cm.

Petugas mendatangi rumah yang terdampak tanah bergerak di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Meski dampak yang dirasakan langsung tidak sedahsyat gempa bumi, namun pergerakan tanah juga perlu diwaspadai karena bisa mengancam keselamatan warga. Mamiyah (42) salah satu warga RT 07/ RW 03, Dusun Surodadi menuturkan bahwa retakan terjadi pada bagian lantai rumahnya mulai dari teras hingga dapur dan menjalar ke dinding.

"Waktu itu saya pas pergi, pulang-pulang sudah retak gitu dari teras depan sampai belakang dapur, tembok juga. Terus ini rumahnya kan jadi miring ke barat. Takutnya nanti kalau pas musim hujan tambah retak lagi," ucap Mamiyah.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...