logo

BMKG bantah cabut peringatan tsunami di Sulawesi Tengah

BMKG bantah cabut peringatan tsunami di Sulawesi Tengah

DEMOKRASI - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati membantah pihaknya telah mencabut peringatan tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Menurutnya BMKG sudah melakukan hal yang tepat dan terbaik.

"Jadi itu bukan pencabutan. Itu pengakhiran. Dan berdasarkan data ya. Ya kami mempertimbangkan itu sudah berakhir," kata Dwi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10).

Menurut Dwi, pihaknya sudah menurunkan staf untuk mengecek langsung ke lapangan. Dalam pemantauan stafnya, permukaan air sudah mencapai 30 sentimeter.

"Di situ menurut staf kami muka air 30 cm. Kemudian setelah itu dia berjalan di bea cukai pantoloan. Itu sudah kapal sudah masuk ke darat dan dia melihat ini air di mata kaki. Artinya apa, itu tsunami sudah berakhir," ungkapnya.

"Nah kalau itu masih ada tsunami lagi, jadi setelah itu kan kami menunggu waktu. Tidak kami akhiri. Tapi setelah kami akhiri seandainya ada tsunami lagi, staf kami ini sudah terseret tsunami. Dia masih hidup," sambungnya.

Dwi mengatakan, tsunami terjadi di bibir pantai Palu sekitar pukul 18.37 WITA kala itu di Jakarta pukul 17.37 WIB dan kabar pencabutan peringatan tsunami beredar. Dia pun menegaskan lembaganya sudah melakukan yang terbaik untuk membantu menyelamatkan masyaratkan Indonesia.

"Tapi setelah kami akhiri seandainya ada tsunami lagi, staf kami ini sudah terseret tsunami. Dia masih hidup. Dan setelah itu kami mencari fakta ini kan harus evaluasi terus," ungkapnya.

"Peringatan diakhiri 18.37 WIB Jadi itu lah yang seoptimal mungkin kami upayakan untuk menyelamatkan jiwa dengan berbagai keterbatasan yang ada," ucapnya. [fik]

© DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...