Bupati Temanggung Siap "Ngamen" Pasarkan Produk Lokal


DEMOKRASI - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, siap "ngamen" untuk mengembangkan segala potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Bupati Temanggung Muhamad Al Khadziq mengakui, wilayah ini masih belum menunjukkan taringnya dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

"Kami siap ngamen ke mana pun, menjadi marketing, jualan produk- produk lokal Temanggung supaya ada efek positif bagi roda ekonomi masyarakat Temanggung, juga menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda," kata Khadziq saat memberikan paparan dalam diskusi bersama Peguyuban Pengusaha Temanggung, Senin (8/10/2018) malam.

Khadziq mendorong para pengusaha untuk ikut andil dalam upaya pengembangan potensi masyarakat di sekitarnya. Ia menyebut, misalnya, potensi kopi yang melimpah di kawasan lereng Sumbing dan Sindoro perlu mendapat dukungan para pengusaha.

Ia pun berencana akan mencanangkan program "sehari minum kopi Temanggung" untuk mengangakat potensi tersebut.

"Kopi yang diminum harus kopi lokal Temanggung. Bikin kopi yang harganya di bawah Rp 500, kalau lebih dari itu tetap akan kalah dengan kopi merek pabrikan, pengusaha harus siap," tandas Khadziq yang baru saja menjabat sebagai bupati sebulan lalu itu.

Kemudian, batik Temanggung juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Sejauh ini masyarakat lebih memilih membeli batik ke luar daerah karena harga yang lebih murah.

Sama halnya dengan kuliner dan seni budaya khas Temanggung yang belum dikemas secara optimal. Ia ingin sektor ini menjadi produk berkualitas nasional, bahkan internasional, sehingga mampu menarik wisatawan datang ke kabupaten ini.

"Silakan masyarakat berkreasi, jangan takut. Pemerintah siap memberikan perlindungan, pembelaan. Kami terbuka untuk dialog dengan pengusaha dan warga. Harapan kami 5 tahun ke depan produk lokal akan terkenal," paparnya.

Sementara itu, dalam diskusi tersebut, Khadziq menyerap sejumlah aspirasi pengusaha yang selama ini menjadi hambatan mereka dalam pengembangan usaha, di antaranya persoalan perizinan dan masyarakat yang belum terbuka dengan investasi.

"Selain itu juga dialog antara dunia usaha dengan pemerintah yang belum bagus, jadi kami ingin membuka dialog-dialog itu karena dengan dialog masalah bisa diselesaikan bersaman," ujarnya.

Ketua Paguyuban Pengusaha Temanggung, Budi Santoso, mengaku siap mendukung dan mengakomodasi produk-produk lokal masyarakat. Ia menilai, banyak produk lokal seperti kopi asli Temanggug, yang masih harus dikembangkan secara profesional.

"Kopi perlu dikelola profesional, sehingga maju, bisa dijual keluar daerah. Kami pengusaha di bidang swalayan juga menjual produk lokal setempat, kami minta mereka untuk menjaga kualitas," urainya.

Budi berharap pesoalan-persoalan seperti perizinan serta dialog antara pengusaha dan pemerintah daerah bisa betul-betul terealisasi.

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, siap "ngamen" untuk mengembangkan segala potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.