Headline

logo

Cari Siswa SD yang Tenggelam di Cekdam, Warga Gelar Ritual Lempar Telur

Cari Siswa SD yang Tenggelam di Cekdam, Warga Gelar Ritual Lempar Telur

DEMOKRASI - Seorang bocah berusia 15 tahun, Riel, siswa kelas 3 SMP Mamasa, Sulawesi Barat, tenggelam saat sedang mandi bersama sejumlah temannya di sebuah cekdam di Desa Bala Batu, Kecamatan Tanduk Kalua, Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (8/10/2018) sore.

Setelah 7 jam pencarian hingga pukul 21.00 Wita, jejak korban belum ditemukan oleh warga yang melakukan pencarian secara manual.

Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti tali, ban karet dan rakit bambu, warga sekitar lokasi Cekdam Sarandi Mamasa melakukan penyisiran di bibir cekdam hingga ke tengah.

Upaya pencarian ini disaksikan keluarga korban yang tampak tak tenang mencari jejak anggota keluarga mereka yang dinyatakan hilang dan tenggelam.

Namun upaya pencarian korban hingga pukul 21.00 Wita belum membuahkan hasil. Padahal pencarian sudah dilakukan sekitar 7 jam.

Salah seorang warga setempat Arif, menjelaskan, pada Senin siang sekitar pukul 14.00 Wita, korban bersama sekitar 10 orang temannya pulang dari sekolah usai mengikuti ujian mid semester. Korban bersama sejumlah rekannya mampir ke cekdam yang dikenal warga dengan Cekdam Sarandi.

Hanya 3 dari 10 bocah ini yang langsung turun ke cekdam untuk mandi, termasuk korban Riel. Korban lalu buru-buru membuka pakaiannya dan berenang ke tempat yang lebih dalam. Namun diduga karena belum mahir berenang, korban akhirnya terseret aurs dan tenggelam.

Teman-teman korban yang menyaksikan kejadian ini sempat berusaha menolong Riel dengan menjulurkan bambu panjang agar bisa menarik korban ke tepi cekdam. Namun belum sempat menjulurkan batang bambu, korban sudah terlebih dahulu tenggelam dan menghilang.

"Teman-temannya berusaha menolng tapi gagal dan korban keburu tenggelam,” jelas Arif, warga Desa Bala-batu, Kecamatan Tanduk Kalua.

Seperti video amatir yang merekam aktivitas korban dan rekannya di cekdam Mamasa sebelum kejadian, korban tampak melompat dan berenang ke tengah cekdam. Beberapa saat kemudian korban menghilang.

Selain mencari korban, warga juga sudah melakukan berbagai ritual dan doa agar bisa menemukan korban. Salah satunya melakukan doa bersama di bibir cekdam hingga ritual melepaskan ayam, menabur garam dan memasukkan telur dan daun sirih ke kolam agar jejak korban bisa segera ditemukan.

Namun upaya pencarian korban hingga pukul 21.00 Wita tidak menunjukkan hasil.

“Ada beberapa ritual yang sudah dilakukan, termasuk melepas telur, melepas ayam, buah pinang hingga doa bersama, tapi sampai malam belum ditemukan,” jelas Maria, warga sekitar cekdam yang menyaksikan upaya pencarian korban.

Pencarian ini dikoordinasi pemerintah setempat, aparat dari Polres Mamasa dan Tagana Dinas Sosial Mamasa.

Karena situasi yang tidak mendukung, petugas menghentikan pencarian tadi malam dan dilanjutkan Rabu pagi ini menggunakan perahu karet

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...
loading...