logo

Cerita Bangganya Sang Ayah pada Fita Pramugari Lion Air JT 610

Cerita Bangganya Sang Ayah pada Fita Pramugari Lion Air JT 610

DEMOKRASI - Salah seorang kru yang ikut dalam penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang adalah pramugari bernama Fita Damayanti Simarmata (22) asal Kebumen, Jawa Tengah. Fita merupakan tulang punggung keluarga.

Hingga kini, sanak saudara dan tetangga masih ramai memenuhi kediaman Fita di perumahan bougenville, RT 06/ RW 06 , Jl Aggrek IV, Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen. Fita yang sejak kecil bercita-cita menjadi seorang Polwan itu merupakan tulang punggung keluarga.

Ayahnya yang seorang buruh bangunan dan ibunya yang hanya berdagang di pasar membuat Fita menjadi anak kebanggaan orang tua. Setelah menjadi pramugari, gadis cantik yang juga menjadi atlet basket Kabupaten Kebumen itu sungguh-sungguh menunjukkan bahwa ia mampu menjadi penopang keluarga.

"Hobinya memang basket, setelah jadi pramugari dia itu benar-benar bisa menunjukkan kalau ini lho saya bisa gitu. Tanggung jawab sama keluarga. Kami sangat bangga sama dia, apalagi dia juga tulang punggung keluarga," kata ayah korban ketika ditemui detikcom di rumahnya, Senin (29/10/2018).

Anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan J Simarmata (47) dan Mani Manik (53) itu hingga kini tidak bisa dihubungi oleh keluarga. Keluarga menyimpan harapan agar Fita dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementara itu, Syahriadi simarmata (38) yang merupakan sepupu korban menuturkan bahwa di mata keluarga, Fita adalah anak yang baik, humoris dan menurut pada orang tua. Kini pihak keluarga sangat kehilangan sosok tersebut.

"Orangnya baik, tidak manja, humoris dan nurut sama orang tua. Dari sekolah memang dianya seneng bergaul ya. Tentu kami sangat kehilangan, harapannya pasti kami pingin dia ketemu dalam keadaan sehat," tutur Syahriadi.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...