logo

Di Depan Emak-Emak, Prabowo: Kekayaan Indonesia Dibawa ke LN

Di Depan Emak-Emak, Prabowo: Kekayaan Indonesia Dibawa ke LN

DEMOKRASI - Calon presiden Prabowo Subianto berdialog dengan ratusan emak-emak, saat melakukan safari politiknya di Bali, Jumat (19/10).

Dia menjelaskan tentang permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. "Sekarang adalah keadaan yang saya sebut paradoks, keadaan yang janggal setelah 73 tahun merdeka, yang kaya semakin sedikit dan segelintir orang saja dan ini bukan saya karang," ujar Prabowo.

Menurut capres nomor urut 02 ini, kondisi yang terjadi merupakan fakta yang diakui bank dunia. Bahwa yang menikmati kekayaan di Indonesia kurang dari satu persen bangsa Indonesia, dan yang 99 persen mengalami hidup pas-pasan bahkan bisa dikatakan sangat sulit.

Prabowo mengungkapkan hal tersebut saat memberikan sambutan pada deklarasi 'Emak-emak Binangkit relawan Prabowo-Sandi' di Pendopo Inna Heritage Hotel Denpasar, Bali.

Prabowo kemudian meminta emak-emak pendukungnya berjuang dengan penuh kesadaran, demi Indonesia yang lebih baik.

"Kepada emak-emak, saya minta berjuang untuk penuh kesadaran dan keyakinan, bahwa kekayaan kita diambil dibawa keluar negeri dan semua sendi ekonomi kita tidak tinggal di dalam negeri," katanya.

Mantan Danjen Kopassus ini kemudian mencontohkan hotel-hotel besar yang ada di Bali. Kepada emak-emak yang hadir dia bertanya, apakah semua itu milik orang Indonesia.

Prabowo juga menanyakan terkait bahan baku makanan dan minuman yang ada di hotel-hotel di Bali apakah berasal dari para petani di Bali atau bukan. Menurutnya, sebagian besar merupakan impor.

"Tanya petani-petani di Bali, apakah orange juice yang ada di hotel-hotel adalah asli jeruk di Bali atau bukan? Kebanyakan impor," katanya.

Prabowo meyakini, sekarang ini para emak-emak dan rakyat Indonesia sudah memiliki kesadaran, bahwa ada yang tidak beres dalam sistem ekonomi Indonesia.

"Orang paling miskin saja, mereka sudah mengerti masalahnya apa. Karena yang di bawah kadang-kadang spontan, tidak takut lagi akan intimidasi untuk meneriakan yang benar," pungkas Prabowo.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...