logo

Dirjen Pajak Akui Susah Capai Target Pajak 100 Persen Tahun Ini

Dirjen Pajak Akui Susah Capai Target Pajak 100 Persen Tahun Ini

DEMOKRASI - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga 30 September 2018 mencapai Rp900,82 triliun. Jika dibanding periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak tumbuh 16,87 persen.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan, realisasi penerimaan pajak ini menunjukkan tren yang terus membaik. Indikatornya bisa dilihat dari pertumbuhan pajak yang lebih baik dibanding bulan sebelumnya, yang sebesar 16,52 persen.

"Penerimaan sampai dengan 30 September ini menunjukkan tren yang terus membaik dari bulan ke bulan," ujar Robert di kantornya, Rabu 3 Oktober 2018.

Ia menjelaskan, realisasi penerimaan pajak saat ini memang baru mencapai 63,26 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar Rp1.424 triliun. Robert yakin penerimaan pajak akan terus bertambah meskipun tidak mencapai 100 persen dari target.

"Sampai dengan akhir tahun untuk mencapai 100 persen memang agak berat, kita outlook-nya akan memproyeksikan 95 persen dari target APBN," ujarnya.

Robert menjelaskan, penerimaan pajak di akhir tahun biasanya memang akan lebih besar. Terutama didorong aktivitas ekonomi yang meningkat saat natal dan menjelang tahun baru.

"Khususnya di Desember itu porsinya lebih besar," ujarnya.

Ia juga menambahkan, beberapa proyek yang dilelang Januari akan dimulai pengadaannya di akhir tahun, yang tentunya akan menambah penerimaan pajak. Sementara pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali pada bulan ini diyakini bakal menciptakan aktivitas ekonomi di Bali.

"Hampir semua menteri keuangan berkumpul di situ. Nginap di situ, makan di restoran, dan itu akan menambah penerimaan," tuturnya.

Berdasarkan realisasi penerimaan pajak per 30 September 2018, kontribusi terbesar penerimaan adalah dari PPh non migas yang sebesar Rp487,95 triliun. Kemudian disusul oleh PPN dan PPnBM yang sebesar Rp351,51 triliun. Sementara PPh migas sebesar Rp47,59 triliun, Sedangkan PBB dan pajak lainnya Rp13,77 triliun. (ase)

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...