Headline

logo

DPR sebut kenaikan harga Pertamax Cs untuk selamatkan keuangan Pertamina

DPR sebut kenaikan harga Pertamax Cs untuk selamatkan keuangan Pertamina

DEMOKRASI - Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mengatakan, kenaikan harga Pertamax merupakan aksi korporasi, menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.

"Secara korporasi, Pertamina tanpa menaikkan ini keuangannya bisa berdarah-darah," kata Gus Irawan, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/10).

Gus Irawan meyakini, keputusan Pertamina tersebut merupakan kompensasi yang diberikan Pemerintah karena tidak menaikan harga BBM bersubsidi sampai 2019. Selain itu, juga penetapan harga Premium yang harganya tidak naik meski bukan dalam kategori harga BBM bersubsidi.

"Ini kompensasi Pertamina dengan penugasan pemerintah tanpa subsidi terkait penyaluran Premium. Ini kan aneh, Premium ditugaskan ke Pertamina tapi harga ngatur pemerintah," tuturnya.

Menurutnya, keputusan tersebut memberatkan keuangan Pertamina, karena perusahaan harus menambal subsidi untuk menutupi jarak harga Premium di pasar dengan yang ditetapkan pemerintah. Dia pun menilai, keputusan pemerintah menyerahkan beban subsidi Premium ke pemerintah tidak wajar. Pasalnya, beban tersebut harus menjadi tanggungan pemerintah.

"Yang enggak wajar adalah subsidi dibebankan ke korporasi, ini yang ga wajar. Bahwa korporasi, Undang-Undang BUMN mengatakan, korporasi BUMN tidak boleh melakukan kegiatan yang dirancang untuk rugi. Tapi faktanya, terkait dengan solar dan Premium, oleh negara dirancang oleh merugi. Ini harusnya ditutup subsidi," tandasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB. Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik.

"Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah sementara ini harga tidak naik," ujar External Communication Manager PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (10/10).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...
loading...