logo

Fadli Zon mau gaya Prabowo apa adanya, tidak dipoles untuk pencitraan

Fadli Zon mau gaya Prabowo apa adanya, tidak dipoles untuk pencitraan

DEMOKRASI - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto disarankan mengubah gaya pakaiannya jika ingin dipilih pada Pilpres 2019. Namun, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menginginkan gaya Prabowo tetap apa adanya.

Sebab, menurutnya, setelan Prabowo yang kerap mengenakan pakaian putih maupun coklat bermakna dinamis.

"Kalau menurut saya Pak Prabowo itu apa adanya sih. Jadi pakaian itu kan dianggap pakaian yang comfortable bisa di semua. Ya dulu kan pakaiannya bisa cream-cream atau putih-putih. Itukan pakaian yang nuansanya dinamis tidak formalistik dan tidak ada jarak di masyarakat," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10).

Fadli tak ingin komandannya itu dipoles sedemikian rupa demi tujuan pencitraan semata. Wakil Ketua DPR tersebut mencontohkan Jokowi yang kerap menggunakan aksesorisnya sebagai bahan kampanye.

"Kalau menurut saya sih lebih bagus apa adanya ketimbang kemudian dipoles-poles ini bajunya murah sekian, sepatunya murah kayak Pak Jokowi di 2014 kan gitu harga baju jadi alat kampanye, celana baju sekian, sepatu sekian, saya kira itu akhirnya menimbulkan politik kebohongan," ujar Fadli.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyarankan, gaya berpakaian Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto diubah jika ingin dipilih milenial di Pilpres 2019. Menurutnya, masyarakat bosan melihat Prabowo terus mengenakan seragam safari berwarna cokelat.

"Kalau saya jadi timsesnya Pak Prabowo hal pertama yang saya ganti dengan dari Prabowo itu adalah kostum, jangan lagi putih, krem, cokelat, orang bosan ngeliatnya, masa dari tahun 2014 itu itu lagi, berusaha lah ganti misalnya sering-sering pakai batik, sering-sering pakai baju koko kek, biar orang ngelihatnya fresh, this is Prabowo," katanya di Anomali Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

CEO lembaga survei politik Kedai Kopi tersebut menyarankan, Prabowo mesti punya kemasan baru jika tidak ingin jalan capres petahana Jokowi lenggang mencapai dua periode.

"Maksudnya kalau kompetisi nya mau ketat ya ubah gaya, kalau gini gini saja saya rasa sekarang kita udah tahu Aprilnya," ucapnya. [dan]

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...