logo

Fary Djemi: Gerindra Dituduh Ingin Mendirikan Khilafah

Fary Djemi: Gerindra Dituduh Ingin Mendirikan Khilafah

DEMOKRASI - Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR Fary Djemi Francis mengungkap adanya tuduhan terhadap partainya dari segelintir pihak yang menyebut partai pimpinan Prabowo Subianto itu ingin mendirikan khilafah.

Hal ini diungkap Fary dalam Sosialisasi Empat Pilar dengan tema Merawat Demokrasi, Mengawal Konstitusi, Menyambut Transisi di Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10).

Hadir sebagai pembicara utama ketika itu Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani, Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung.

Dijelaskan Fary, sebagai ketua fraksi di MPR, dirinya ditugaskan oleh Prabowo agar tampil terdepan menjaga Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun ketika berkeliling ke ke berbagai daerah, ada saja suara miring terhadap partainya.

“Kami keliling ke mana-mana, kami mendengar pendapat, masukan berkiatan dengan pandangan masyarakat. Beberapa, tidak banyak. Mereka mengatakan bahwa Gerindra ini partai yang intoleran, partai yang katanya mau mendirikan khilafah dan sebaginya," ungkap Fary.

Tuduhan itu menurut Ketua Komisi V DPR ini, tentu tidak berdasar sehingga harus diluruskan bahwa Gerindra bukan partai intoleran, pendukung khilafah apalagi radikal, dan tidak menghargai minoritas.

“Kita tahu Pak Prabowo selalu mengatakan, terutama kepada kami bahwa soal Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, itu sudah final," tegasnya.

Apalagi bicara Pancasila, keluarga Prabowo sendiri menurutnya sudah menggambarkan Pancasila. Kalau dibilang tidak mendukung minoritas, publik tentu masih ingat bagaimana Prabowo all out ketika pernah mengusung Basuki T Purnama maju di Pilkada DKI.

“Jadi tuduhan bahwa Gerindra partai intoleran, radikal adalah tidak benar alias hoaks," tandasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...