logo

Gaduh Kabinet Bisa Gerus Elektabilitas, Tugas TKN Jokowi Kian Berat

Gaduh Kabinet Bisa Gerus Elektabilitas, Tugas TKN Jokowi Kian Berat

DEMOKRASI - Kegaduhan yang acapkali terjadi di Kabinet Kerja dinilai bisa mempengaruhi elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden petahana. Jika beruntung, angkanya masih bisa bertahan di angka 60-an persen.

Namun jika kubu Prabowo Subianto bisa menemukan celah, bisa saja elektabilitas Jokowi turun. Hal itu dikatakan oleh Pakar komunikasi politik Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad.

Menurut dia, di masa kampanye mendatang isu-isu terkait dengan perekonomian yang memiliki dampak kuat terhadap daya beli masyarakat akan semakin menguat. Baik dimainkan oleh kubu Jokowi maupun Prabowo.

"Dan kinerja sejumlah menteri yang menangani hal tersebut (perekonomian) adalah taruhan mahal bagi Jokowi sebagai capres incumbent," kata Nyarwi saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (20/10/2018).

Kegagalan dalam koordinasi antar menteri atau ketidaksinkronan dalam membangun strategi komunikasi itulah yang akan membuat elektabilitas Jokowi sebagai Capres petahana stagnan atau berhenti di angka 60-an persen.

"Hal ini tentunya akan menjadi PR Tim Kampanye Nasional Jokowi-Makruf Amin makin berat," kata Nyarwi yang juga Direktur Presidential Studies-DECODE UGM itu.

TKN Jokowi-KH Ma'ruf dia melanjutkan harus lebih kreatif dan inovatif dalam membangun narasi-narasi pembangunan ekonomi yang lebih populis. Tim yang dikomandani Erick Thohir itu harus berani keluar dari ritme model narasi-narasi pembangunan ekonomi yang cenderung teknokratis.

Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo

Sejumlah lembaga survei sudah merilis elektabilitas calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung di 2019. Pada hasil survei yang dilakukan SMRC, elektabilitas Jokowi meningkat dari 57,2%--pada Mei 2018--ke 60,2% pada September 2018 dengan tren pilihan presiden dua nama. Sedangkan Prabowo Subianto menurun dari 33,2% pada Mei 2018 menjadi 28,7% pada September 2018.

SMRC melakukan survei pada 7-14 September 2018 terhadap 1.220 responden dengan response rate 1.074 responden. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei kurang lebih 3,05 persen.

Survei yang dilakukan Indikator Politik menyebut bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 57,7 % dan unggul atas Prabowo-Sandi yang 32,3%. Responden yang tidak memilih 1,0% dan tidak tahu atau tidak jawab 9,0%

Indikator Politik menggelar survei dengan wawancara langsung dalam kurun 1-6 September 2018. Metodologi survei adalah multistage random sampling dengan bertanya kepada warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu. Jumlah responden 1.220 orang. Margin of error survei sebesar kurang-lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...