logo

Gerakan Emas dan Manusia Unggul Jangan Cuma Jadi Jargon

Gerakan Emas dan Manusia Unggul Jangan Cuma Jadi Jargon

DEMOKRASI - Dua kubu pasangan capres memiliki program pemenuhan gizi dan pengentasan stunting. Kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memiliki nama 'Manusia Indonesia Unggul,' sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan ''Gerakan Emas.'


Direktur Pusat Kadian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai belum melihat apa yang ingin disampaikan dari kedua program tersebut. Dia mengatakan kedua timses hanya membuat sesuatu yang sifatnya bombastis.

"Saya belum lihat detail apa yang mau dijual. Saya apresiasi kalau dua pasangan calon menawarkan atau berdebat, diskusi program yang ditawarkan. Persoalannya adalah, seberapa informasi bisa diterima baik oleh pemilih, tepat sasaran bukan jargon, atau hal yang sifatnya bombastis, sehingga sesuai kebutuhan pemilih yang memang menjadi targetnya si calon," kata Aditya kepada detikcom, Rabu (18/10/2018).

Aditya menyamakan tindakan tersebut dengan seseorang yang melihat dari atas halikopter. Dia hanya melihat secara luas tapi tidak memahami yang dilihatnya.

"Maksudnya, kerap kali program yang dihasilkan seperti lihat dari halikopter dan belum tentu tepat sasaran. Ingin menjangkau semua tapi belum tentu sesuai dengan keinginan pemilih," ucapnya.

Kedua program itu dianggapnya memiliki target masyarakat kelas bawah. Untuk itu, program yang ditawarkan harus bisa dipahami oleh masyarakat kalangan bawah.

"Dan belum tentu mudah (dipahami) juga di kelompok bawah. Masyarakat bawah ini kan bilang, 'konkret dong,' jangan bicara secara umum dan jargon saja, jadi dibutuhkan secara real," jelas Aditya.

Sebelumnya, antar-tim pasangan calon mengeluarkan program perbaikan gizi dan pemberantasan stunting. Program itu pertama kali disuarakan oleh pasangan Prabowo-Sandiaga dengan 'Gerakan Emas,' sebagai pengganti 'Revolusi Putih.'Sementara itu, kubu Jokowi-Ma'ruf mengelurkan program 'Manusia Unggul.'

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzhar Simanjuntak membeberkan soal Gerakan Emas ini. Pada dasarnya gerakan tersebut masih seperti Revolusi Putih, program yang berfokus pada pemberian susu kepada anak sebagai bagian dari pembentukan generasi ke depan. Namun terdapat tambahan-tambahan.

"Gerakan Emas itu gerakan emak-emak dan anak minum susu. Jadi orientasinya pada penyediaan protein buat anak dan ibu miskin ya, karena ada tantangan serius buat masa depan Indonesia yaitu stunting growth itu," kata Dahnil saat dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018).

Nantinya, Gerakan Emas akan melibatkan relawan yang berasal dari masyarakat yang mampu secara intelektual dan keuangan. Selain ikut menyediakan asupan protein bagi ibu dan anak, relawan tersebut juga akan memberikan edukasi terhadap pentingnya pola hidup sehat, asupan gizi yang cukup dan pembinaan-pembinaan jangka panjang.

Sementara itu, kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menyorongkan program 'Manusia Indonesia Unggul'. Dalam proses pembentukan generasi emas nanti, TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menilai tidak cukup hanya sekedar fokus pada asupan.

"Di tim Jokowi-Ma'ruf ini bahwa gerakan membangun manusia Indonesia yang unggul, unggul itu harus komprehensif. Tidak boleh hanya satu bagian saja mulai dari kita harus memperhatikan dan fokus bagaimana mengurangi stunting, gagal tumbuh, ini salah satu yang kita lakukan," sebut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

"Penting untuk mempercepat memberikan jaminan gizi sejak dalam kandungan. Pola asuh keluarga harus kita perbaiki, memperbaiki fasilitas air bersih, sanitasi, dan lingkungan yang mendukung tumbuh-kembang anak. Di samping itu, reformasi kesehatan kita perlu diperbaiki," sambung politikus PKB itu.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...