logo

Ini Awal Cekcok Suami Bunuh Novi yang Makamnya Dibongkar Polisi

Ini Awal Cekcok Suami Bunuh Novi yang Makamnya Dibongkar Polisi

DEMOKRASI - Polres Boyolali telah menetapkan Handoko (36), sebagai tersangka tunggal kasus meninggalnya Novi Septiyani (22). Handoko mengakui telah mencekik istrinya itu hingga tewas. Begini cekcok yang diakui tersangka sebelum membunuh istrinya.

Perbuatan itu dilakukan Handoko pada Minggu (30/9) lalu, sepulang dari tempat hiburan malam di Boyolali. Pria yang bekerja sebagai pedagang sapi itu pulang dalam kondisi mabuk sehingga ditegur oleh korban. Bahkan sempoat terjadi cekcok. Tersangka lalu masuk ke kamar untuk berbaring.

Korban mengambil salah HP suaminya itu, lalu menelepon seorang perempuan yang diduga teman tersangka, berinisial Y, yang bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di Boyolali. Korban meminta Y agar tidak lagi menelepon suaminya.

Mendengar istrinya menelpon kenalan perempuannya, Handoko yang dalam kondisi mabuk itu bangun dan marah. Dia menghajar istrinya hingga kemudian diketahui tewas.

Dalam peragaan kejadian, tersangka sempat berusaha merebut HP yang dipegang korban untuk menelepon Y, namun tidak berhasil. Tersangka langsung mencekik leher korban. "Saya cekik sekitar 5 menit," jelas Handoko.

Peragaan kejadian. Korban diperankan Polwan. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Melihat istrinya jatuh di lantai dengan posisi telungkup, Handoko tidak lagi menolongnya. Dia kembali masuk ke kamar untuk tidur. Dia juga tak lagi mempedulikan HP-nya yang tergeletak di lantai.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, mengungkapkan tersangka sempat berusaha menutupi perbuatannya tersebut di hadapan masyarakat setempat di Dukuh Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali.

Setelah istrinya diketahui meninggal, Handoko tidak melarikan diri dan tetap tinggal di kampungnya. Dia juga menampaknya ekspresi sedih dan tidak hadir saat pemakaman istrinya. Ketika makamnya dibongkar, tersangka juga tidak hadir.

"Dia tetap ingin menutupi perbuatannya. Tadi malam akhirnya mengakui semua perbuatnnya," ujar Aries Andhi.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...