logo

Kang Emil ke Milenials: Kalau Pilpres Ribut Terus, Kapan Kerjanya?

Kang Emil ke Milenials: Kalau Pilpres Ribut Terus, Kapan Kerjanya?

DEMOKRASI - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sejumlah pesan kepada milenials dalam menghadapi era digital. Dia juga menyinggung soal tantangan yang dihadapi Indonesia menuju tahun 2045.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, meminta semua pihak untuk menjaga kondusifitas sosial dan politik. Menurut Emil, tidak ada waktu bagi bangsa Indonesia untuk terus berselisih satu sama lain.

"Ini tugas saya. Sosial dan politik harus kondusif. Kalau kita berantem-nerantem terus. Tiap pilkada. Berantem terus urusan Pilpres, kapan kerjanya?" papar Emil di Djakarta Theatre, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2018).

Dia mencotohkan kondisi politik saat ini yang terbagi ke dalam dua kelompok. Dia berharap bangsa Indonesia tidak terbelah agar bisa menjadi negara hebat pada 2045.

"4 tahun saya jadi Wali Kota Bandung, saya sibuk mendamaikan orang-orang yang berbeda pendapat. Mendamaikan kelompok-kelompok yang berbeda pilihan. Jalan, jembatan terbatas. Jadi kalau politik kita nggak kondusif, kapan kita membangun Indonesia dengan inovasi. Kira-kira gitu. Jangan terbelah. Sekarang kan terbelah. Kecebong dan kampret. Kalau bisa keceprek digabung," ujarnya.

Emil juga bicara panjang lebar soal pentingnya semua orang untuk memahami dunia digital. Bagi Emil, mereka yang tak paham dunia digital maka akan ketinggalan zaman. Emil mengingatkan dunia digital itu bisa berdampak negatif bagi masyarakat. Dia meminta masyarakat untuk tetap menjaga kewarasan meskipun perkembangan teknologi semakin pesat.

"Dunia juga semakin esktrem, dunia juga makin bising. Cape kan lihat Twitter, lihat berita-berita yang bad news breaking news. Karena itu, teknologi jangan menjauhkan kita dari kemanusiaan, teknologi harus tetap menjaga kewarasan kita dalam situasi yang bising memekakan telinga ini," ujarnya.

Mantan Wali Kota Bandung itu mengimbau milenial untuk menjadi kaum yang mengedepankan verifikasi informasi. Emil meminta anak muda tak mudah larut dalam informasi yang begitu cepat.

"Dunia juga tidak selalu makin damai, makin bahaya. Berita hoax ribuan, kita ini harus menjadi generasi tabayyun. Mending telat sedikit, tapi informasinya benar. Daripada langsung baca berita, langsung emosi, langsung diforward, langsung dishare, langsung marah," paparnya.

Usai bicara panjang lebar soal perkembangan digital, Emil lalu mengingatkan milenial mengenai prediksinya tentang Indonesia sebagai negara hebat pada 2045. Ada 3 syarat yang disampaikan Emil agar Indonesia bisa mencapai hal itu.

Emil mengatakan syarat Indonesia bisa menjadi negara hebat pada 2045 adalah ekonomi tidak boleh turun dari 5 persen. Syarat lain, lanjut Emil, adalah kaum milenial Indonesia harus kompetitif dan yang ketiga menjaga stabilitas politil.

"Salah satunya tugas anda milenial. Yang pertama, yaitu ekonomi jangan turun dari 5 persen. Maka perbanyak beli produk lokal. Kita jangan tergantung dolar. Yang kita oegang jangan banyak unsur dolarnya. Perbanyak unsur rupiah. Jadi kalau bisa beli makanan lokal, beli makanan lokal.Kedua, milenialnya harus kompetitif. Jangan modal ip, prestasi saja, ngak cukup. Harus tadi bahasa inggrisnya. Harus ESQ nya aja. Harus digital skillnya ada. Harus ada leadership nya. Kalau nggak, anda jadi orang-orang yang tidak bisa survive," paparnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...