logo

Kekeringan Parah, 3 Waduk di Madiun Berhenti Aliri Sawah Petani

Kekeringan Parah, 3 Waduk di Madiun Berhenti Aliri Sawah Petani

DEMOKRASI - Tiga waduk di Kabupaten Madiun berhenti beroperasi mengairi sawah petani menyusul bencana kekeringan yang melanda kampung halaman Gubernur Jawa Timur Soekarwo sejak lima bulan terakhir.

Padahal tiga waduk itu diperuntukkan untuk mengairi 4.696 hektar sawah milik petani di Kabupaten Madiun.

"Debit air di waduk yang kritis tidak bisa lagi digunakan untuk mengairi sawah petani. Makanya operasional waduk untuk pengairan sawah kami hentikan," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kabupaten Madiun, Arnowo Widjaja kepada Kompas.com, Selasa (9/10/2018) pagi.

Menurut Arnowo, tiga waduk yang dihentikan operasionalnya, yakni Waduk Notopuro, Waduk Dawuhan dan Waduk Saradan. Tiga waduk mengairi area persawahan di tiga kecamatan, yakni Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri.

Arnowo mengatakan, bila dipaksakan beroperasi maka konstruksi waduk akan rusak. Dengan demikian, operasional waduk tidak bisa dijalankan bila musim penghujan tiba.

Untuk mengairi sawah di masa kekeringan, kata Arnowo, Pemkab Madiun mengandalkan 192 sumur pompa dan 104 sumur reservoir.

Arnowo menambahkan ratusan sumur pompa itu mampu mengatasi kebutuhan air ribuan hektar sawah milik petani hingga musim penghujan tiba.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...