Kubu Prabowo sebut korban kebohongan Ratna Sarumpaet cenderung dikriminalisasi


DEMOKRASI - Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Koalisi Indonesia Adil Makmur menghargai secara hukum pemanggilan sejumlah tokoh pendukung Prabowo-Sandi terkait kasus kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Namun, dia menilai, pemanggilan itu juga menunjukkan bahwa sejumlah tokoh di koalisinya yang turut menjadi korban kebohongan justru cenderung dikriminalisasi.

"Tentu kami pahami panggilan itu sebagai upaya politik yang tidak sehat di tengah pilpres seperti ini. Bagi kami sebenarnya kasus kebohongan tersebut telah selesai ketika Ibu Ratna sudah mengakui dia melakukan kebohongan kemudian diproses secara hukum. Tapi kemudian ternyata beberapa tokoh yang menjadi korban kebohongan itu justru ada kecenderungan dikriminalisasi," katanya di Jl Daksa I, Jakarta, Senin (8/10).

Kemudian, terkait rencana pengawalan Amien Rais ke Polda Metro Jaya oleh PA 212, Dahnil menyatakan Amien Rais sebenarnya sama sekali tidak meminta untuk dikawal.

"Jadi kebetulan Pak Amien adalah penasihat. Kami juga teman-teman di Muhammadiyah, Kokam juga itu mulai marah dan dianggap tokohnya ada upaya kriminalisasi. Tentu wajar Pak Amien ini tokoh senior, tokoh bangsa, bapak reformasi, tapi kalau dibegitukan, ya akan banyak yang bereaksi," jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak akan diam saja bila terjadi kriminalisasi terhadap tokoh bangsa.

"Kami berharap tindakan politisasi atau kriminalisasi terhadap tokoh bangsa itu dihentikan," kata Dahnil.

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Koalisi Indonesia Adil Makmur menghargai secara hukum pemanggilan sejumlah tokoh pendukung Prabowo-Sandi terkait kasus kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet.