logo

Menteri Luhut Sebut Pentingnya Penelitian Pasca-bencana di Sulteng

Menteri Luhut Sebut Pentingnya Penelitian Pasca-bencana di Sulteng

DEMOKRASI - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melepas keberangkatan KM Baruna Jaya I yang mengangkut 69 personel termasuk 12 peneliti ke lokasi bencana di Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018) malam.

Luhut mengatakan, tim peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tersebut akan melakukan penelitian untuk menguak penyebab dahsyatnya gempa bumi yang terjadi Jumat (28/9/) lalu itu.

"Kita akan mengetahui apa sebenarnya akibat dari gempa bumi yang aneh ini. Menurut mereka ilmunya semua ada, tapi tidak terbayangkan terjadi separah ini, di tanah likuifaksi sampai begitu dahsyat," kata Luhut, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu.

Luhut menuturkan, penelitian tersebut menjadi penting karena Indonesia berada di 'ring of fire', yang menyebabkan Indonesia menjadi negara rawan bencana.

Ia mengakui, Indonesia selama ini kurang siap dalam pencegahan dan penanggulangan bencana yang kerap terjadi.

"Hasil penelitian dari kapal ini kita manfaatkan juga, apa sih nanti, apa yang akan dibuat di sana. Sebagai negara maritim terbesar di dunia, negara kepulauan, kita sangat langka melakukan penelitian di laut," kata Luhut.

Rabu malam, BPPT memberangkatkan kapal riset KM Baruna Jaya I ke lokasi bencana di Sulawesi Tengah. Kapal tersebut membawa bantuan logistik serta mengadakan penelitian selama sepuluh hari di sana.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Gempa tersebut menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...