Headline

logo

Menurut PAN, Terlalu Dini Menyimpulkan Elektabilitas Capres dari Hasil Survei

Menurut PAN, Terlalu Dini Menyimpulkan Elektabilitas Capres dari Hasil Survei

DEMOKRASI - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menilai, terlalu dini bagi lembaga survei untuk menilai elektabilitas calon presiden Joko Widodo mengungguli Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang.

Berkaca pada Pilkada DKI, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, kata Eddy, banyak hasil lembaga survei yang tak sesuai dengan hasil akhir perolehan suara.

"Sekarang dibuat sudah kesimpulan bahwa seakan Pak Jokowi akan mengungguli Pak Prabowo. Menurut saya itu agak terlalu dini," ujar Eddy saay ditemui di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018) malam.

"Kita lihat dalam beberapa survei yang dilakukan oleh lembaga survei terkemuka itu banyak yang meleset hasilnya dengan hasil akhir dari pemilihan yang ada," kata dia.

Eddy mencontohkan, pada Pilkada DKI Jakarta 2017, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil unggul dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Padahal, hasil lembaga survei menyatakan sebaliknya.

Hal yang sama, menurut dia, juga terjadi pada Pilkada Jawa Tengah. Hasil survei sejumlah lembaga memprediksi perolehan suara pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah akan terpaut juah dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Namun hasil perhitungan KPU menyatakan selisih suara hanya 18,64 persen.

Demikian pula dengan Pilkada Jawa Barat. Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung oleh Gerinda, PKS, dan PAN menempati posisi kedua.

Sementara, beberapa hasil survei menyatakan pasangan tersebut tak akan mampu melampui perolehan suara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

"Jadi menurut saya survei itu masih sangat dinamis dan saya percaya kami masih punya tujuh bulan untuk bekerja. Tujuh bulan bekerja itu sangat cukup waktunya," kata Eddy.

Sebelumnya, survei terbaru lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dirilis, Minggu (7/10/2018) menyatakan elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 6 bulan sebelum Pilpres 2019.

Unggulnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin didukung oleh tingginya elektabilitas Jokowi yang mencapai 60,2 persen. Sementara, Prabowo hanya 28,7 persen.

Selain itu, tingginya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin juga didongkrak oleh kepuasan publik kepada kinerja Jokowi.

Sebesar 73,4 persen menyatakan puas dan 25,4 menyatakan tidak puas.

Survei SMRC dilakukan pada 7-24 September 2018 dan melibatkan 1.074 responden dengan multistage random sampling di seluruh Indonesia.

Metode survei yang digunakan, yakni dengan wawancara lewat tatap muka oleh pewawancara.

Adapun margin of error rata-rata sebesar plus minus 3,05 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...
loading...