logo

Minta Tunda Pemeriksaan, Rizal Ramli Bakal Bawa Data Impor

Minta Tunda Pemeriksaan, Rizal Ramli Bakal Bawa Data Impor

DEMOKRASI - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli meminta penundaan terhadap jadwal pemeriksaannya dari hari ini (22/10) menjadi Rabu (24/10). Pemeriksaan rencananya dilakukan atas laporan yang dilayangkan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Polda Metro Jaya.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Rizal, Johannes Tobing, usai menyampaikan surat permohonan penundaan pemeriksaan kepada polisi. Johannes menjelaskan alasan penundaan itu karena Rizal memiliki acara yang tidak dapat ditinggalkan.

"Harusnya diperiksa hari ini, karena beliau masih sibuk masih ada janji rapat dengan urusan pekerjaan beliau, maka kami memohonkan surat penundaan pemeriksaan beliau kepada Kasubdit Jatanras, kami sampaikan suratnya untuk penundaan, jadi hari Rabu," ujarnya di Mapolda Metro Jaya.


Rizal dilaporkan atas dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Johannes mengatakan Rizal nantinya akan membawa barang bukti berupa data impor yang menjadi dasar ucapan Rizal soal Surya Paloh di sebuah stasiun televisi swasta.

"Ada bukti dong, tentu (dibawa) data impor. Kan pasti penyidik nanya kenapa Pak RR bicara begitu, ya ini (menyerahkan data) saya bicara ini. Saya kira beliau tidak sembarangan bicara lah," tuturnya.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian membenarkan diundurnya jadwal pemeriksaan yang akan dilakukan pada Rizal.

"Rabu (diperiksa)," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com.

Laporan terhadap Rizal dilakukan oleh Herman Taslim dengan sejumlah saksi yaitu Syahrul Y Limpo, Taufik Basari dan Regginaldo Sultan. Adapun korban dalam laporan tersebut adalah Surya Paloh.

Sejumlah pernyataan yang dipersoalkan NasDem, yakni tuduhan Rizal terhadap Surya Paloh yang bermain dalam kegiatan impor, pernyataan soal Presiden Joko Widodo yang tidak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait impor karena takut dengan Surya Paloh. Terakhir, ucapan Rizal yang menyebut Surya Paloh brengsek.

Laporan terhadap Rizal itu pun terdaftar dengan nomor : LP/4963/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 17 September 2018.

Sementara itu, pada Selasa (16/10), Rizal melaporkan Surya Paloh ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/B/1309/X/2017/BARESKRIM tertanggal 16 Oktober 2018.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...