Headline

logo

Pencari madu hutan di Cigudeg Bogor temukan mayat wanita tanpa identitas di parit

Pencari madu hutan di Cigudeg Bogor temukan mayat wanita tanpa identitas di parit

DEMOKRASI - Polsek Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan evakuasi penemuan mayat tanpa identitas yang diketahuinya dari laporan masyarakat Kampung Cimapang Girang, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, pada Sabtu (6/10) pukul 14.00 WIB.

"Mayat tersebut berjenis kelamin perempuan dengan kisaran usia 17 hingga 27 tahun, dan itu ditemukan tanpa adanya identitas," kata Kepal Polsek Cigudeg, Kompol Asep di Cigudeg, Minggu (7/10), seperti dikutip Antara, Senin (8/10).

Menurut dia, awal penemuan mayat itu bermula pada saat Ketua RW 02, Jajat A Durajat, yang mendapat laporan dari seorang pencari madu hutan di Hutan Blok Cimelati. Saksi telah menemukan sesosok mayat perempuan yang sudah membusuk di parit yang telah mengering.

Dengan adanya penemuan tersebut kemudian Ketua RW langsung memberitahukan Kepada Kepala Desa, Enjek Nurjana untuk segera melakukan pelaporan ke pihak Polsek Cigudeg. Selanjutnya bersama Kepala Desa, Ketua RW dan masyarakat, anggota Polsek Cigudeg langsung mendatangi Lokasi penemuan mayat.

"Dengan jarak tempuh perjalanan kaki selama 2 jam, kemudian mayat tak dikenal tersebut dievakuasi dan dikirim ke Rumah Sakit Polri dr Sukanto, Kramat jati untuk dimintakan otopsi mayat," kata dia.

Dia menambahkan dalam penemuan mayat tersebut anggota kepolisian tidak menemukan adanya tindak kekerasan apapun. Itu dikarenakan kondisi mayat sudah membusuk dan Kepala hanya tengkoraknya.

"Ini perlu dilakukan oleh ahli forensik yang lebih dapat menilainya, sehingga dapat dilakukan juga test DNA guna mengetahui identitas mayat itu," ujar dia.

Ciri-ciri mayat perempuan tersebut memiliki rambut panjang sebahu, lurus, dan terdapat tali Pengikat rambut pada lengan kanan dengan warna biru muda.

Asep menjelaskan dalam penemuan mayat itu, diduga meninggal sudah lebih dari satu bulan. Dan dalam kejadian itu juga telah menetapkan saksi antaranya Jajat A Durajat (Ketua RW) dan Enjek Nurjana (Kepala Desa).

"Pada kejadian ini akan terus dilakukan pengembangan dengan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim forensik," tandasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...
loading...