Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Penemuan Jasad Bayi di Kantong Plastik


DEMOKRASI - Kasus pembuangan jasad bayi yang masih lengkap dengan ari-ari berjenis kelamin perempuan di lokasi pembuangan sampah yang ada di kawasan Seraya, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (8/10/2018) kemarin, sampai saat ini masih dilakukan pengembangan.

Bahkan pihak kepolisian mengaku masih sulit untuk mengungkap siapa orangtua dari jasad bayi malang yang dibuang di tempat sampah dekat perumahan Villa Cemara Seraya.

"Sampai saat ini masih kami lakukan pengembangan kasusnya. Dan sudah beberapa orang kami mintai keterangannya dari kasus ini," kata Kapolsek Batu Ampar AKP Ricky Firmansyah di Mapolsek Batu Ampar, Rabu (10/10/2018).

Ricky mengaku pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Camat Batu Ampar dalam upaya mengungkap kasus ini.

"Kemarin kami juga sudah menyurati seluruh perangkat RT RW untuk melakukan pengecekan terhadap warganya, apakah ada yang hamil atau baru saja melahirkan," jelasnya.

Selain itu, Ricky juga melakukan penyisiran setiap rumah kos-kosan yang ada di wilayah hukum Polsek Batu Ampar.

"Kami juga berharap peran aktif masyarakat dalam upaya pengungkapan kasus ini," ujar Ricky.

Ditanyai mengenai usia bayi, Ricky mengaku sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari dokter forensik RS Bhayangkara Polda Kepri.

"Dugaan awal bayi ini masih berusaha seharian, namun pastinya kami masih menunggu hasil visum dari dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri," katanya.

Sebelumnya jasad bayi perempuan itu pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang hendak mencari barang bekas di tempat sampah Seraya tersebut sekitar pukul 08.00 WIB Senin pagi kemarin.

Bahkan untuk mengungkap kasus ini jajaran Polsek Batu Ampar juga sudah melakukan olah TKP yang berada tak jauh dari perumahan Villa Cemara Seraya tersebut.

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Kasus pembuangan jasad bayi yang masih lengkap dengan ari-ari berjenis kelamin perempuan di lokasi pembuangan sampah yang ada di kawasan Seraya, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (8/10/2018) kemarin, sampai saat ini masih dilakukan pengembangan.