logo

Politisi Gerindra: Pertamina Jadi Kambing Hitam untuk Pencitraan Jokowi

Politisi Gerindra: Pertamina Jadi Kambing Hitam untuk Pencitraan Jokowi

DEMOKRASI - Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menilai, PT Pertamina Persero sudah menjadi kambing hitam untuk alat pencitraan Presiden Joko Widodo.

Hal ini disampaikan politisi Gerindra tersebut menanggapi langkah pemerintah yang mendadak membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak jenis premium hanya dalam waktu satu jam setelah diumumkan.

"Pengumuman itu pun menjadi aneh, masa satu jam kemudian dikoreksi lagi, ditunda katanya. Alasannya yang beredar di media, karena ketidaksiapan Pertamina," kata Gus Irawan saat dihubungi, Jumat (12/10/2018).

"Pertamina kambing hitam lagi nih. Pertamina dikambinghitamkan untuk pencitraan (Jokowi)," tambahnya.

Gus Irawan heran jika Pertamina mengaku tidak siap untuk menjalankan kenaikan harga premium.

Sebab, menurut dia, Pertamina tidak perlu melakukan persiapan khusus, namun cukup menjalankan saja apa yang sudah diputuskan pemerintah.

"Apa sih persiapannya? Makanya aneh kalau disebut ketidaksiapan, memang persiapan apa yang dilakukan untuk Pertamina menjalankan keputusan pemerintah, enggak ada," ujarnya.

Gus Irawan menilai, Pertamina justru membutuhkan kenaikan harga premium itu. Sebab, Pertamina sudah memaparkan dalam rapat di Komisi VII beberapa waktu lalu bahwa mereka merugi Rp 3000 tiap liter premium yang dijual.

Ini karena premium sudah tak disubsidi oleh pemerintah.

"Itu yang menanggungnya Pertamina sebagai koorporasi. Mestinya itu kan subsidi tetapi ditanggung koorporasi. Lah, subsidi di mana juga adalah tanggungan pemerintah, negara," ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan sebelumnya menyebut, sesuai arahan Presiden, premium akan naik pada Rabu (10/10/2018), paling cepat pukul 18.00 WIB.

Namun tak sampai satu jam, pernyataan Jonan itu langsung dikoreksi oleh anak buahnya.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, harga premium batal naik berdasarkan arahan Presiden Jokowi.

Kementerian BUMN mengaku kaget karena tiba-tiba Jonan mengumumkan harga BBM jenis premium naik per pukul 18.00 WIB.

Mendengar kabar tersebut, mereka langsung mengkonfirmasi ke PT Pertamina (Persero) yang kemudian ditegaskan oleh arahan Presiden Jokowi langsung tidak lama setelah itu.

"Kami baru tahu dari Pak Jonan. Jadi, kami tegaskan lagi kalau kenaikan harga premium ditunda karena Pertamina sendiri belum siap," kata Deputi Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...