logo

Prabowo dan Pendukung Jadi Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet

Prabowo dan Pendukung Jadi Korban Kebohongan Ratna Sarumpaet

DEMOKRASI - Aktifis Hak Asasi Manusi (HAM) Ratna Sarumpaet mengaku telah berbohong terkait kasus penganiayaan yang awalnya dialami dirinya di Bandung pada Jumat (21/9). Atas kebohongan itu, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan para pendukung serta kelompok oposisi pun merasa menjadi korban kebohongan Ratna.

Salah satu yang menjadi korban berita bohong Ratna adalah Ekonom Rizal Ramli. Meski begitu, Rizal menyatakan permohonan maafnya atas berita tidak benar tersebut.

“Saya mohon maaf telah menjadi korban berita tidak benar dari seorang kawan lama, Ratna Sarumpaet Kawan yg dulu aktif memperjuangkan demokrasi dan keadilan di zaman Orde Baru. Ternyata terpleset.. ,” ujar Rizal Ramli melalui akun Twitternya, Rabu (3/10).



Tak hanya itu, politisi Gerindra, Rachel Maryam juga terkejut dengan kebohongan yang dilakukan Ratna. Bahkan dia mengeluarkan kalimat yang biasa diucapkan umat Islam saat mendengar berita musibah.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Sandiwara apa ini? Kenapa kau permainkan hati nurani kami? Kenapa harus berbohong? #ratnasarumpaet,” cuit Rachel.



Sama seperti Rizal, Rachel pun menyampaikan permohonan maafnya sembari menegaskan kembali bahwa dirinya tak menyangka kalau apa yang disampaikan Ratna Sarumpaet adalah kebohongan.

“Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf yg sebesar-besarnya pd netizen. Saya terlalu reaktif&emosional mendengar pengakuan penganiayaan yg menimpa Bu Ratna. Mungkin karena sesama perempuan. Sama sekali saya tidak menyangka kalau semua ini adalah kebohongan,” kata Rachel.



Sementara, Kepala Divisi Advokasi Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga mengatakan hal yang sama bahwa dirinya telah menjadi korban kebohongan Ratna.

“Secara pribadi, saya merasa malu dan merasa menjadi korban atas kebohongan @RatnaSpaet , sungguh ini tidak bisa ditolerir. Ratna harus menerima ganjaran atas kebohongannya. SAYA MENGUTUK RATNA SARUMPAET ATAS KEBOHONGAN INI,” ujar Ferdinan melalui akun Twitternya, Rabu (3/10).



Bahkan dirinya meminta Prabowo untuk mengeluarkan Ratna dari Tim Pemenangan.

“Saya mengecam keras @RatnaSpaet yang berbohong, Saya minta agar @prabowo dan @sandiuno serta pak Djoko Santoso mengeluarkan Ratna Sarumpaet dari Tim Pemenangan. Ini sudah diluar kewajaran, kita semua dibohongi dan jadi korban seperti orang bodoh. Tidak bisa diterima,” kata Ferdinand.



SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...