logo

Ratna Babak Belur, PKS: Persekusi Merusak Kebinekaan

Ratna Babak Belur, PKS: Persekusi Merusak Kebinekaan

DEMOKRASI - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jazuli Juwaini prihatin atas musibah yang menimpa aktivis Ratna Sarumpaet.

Jika informasi yang beredar ternyata benar, maka Jazuli meminta aparat penegak hukum menindak tegas upaya-upaya persekusi yang dilakukan oleh siapa pun.

Dia menegaskan siapa pun aktor intelektualnya harus ditangkap, supaya bisa terungkap apa mobil di balik dugaan penganiayaan itu.

“Apalagi kita sekarang kan menjelang pilpres. Kita sudah sepakat menjaga kebinekaan dan kebersamaan,” ungkap Jazuli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).

Dia mengatakan, persekusi itu bagian dari perusak kebinekaan sesungguhnya. Karena itu, tegas dia, siapa pun tidak boleh melakukan perbuatan tersebut.

“Karakter demokrasi itu adalah kita harus bisa menerima perbedaan, termasuk perbedaan pilihan,” katanya.

Jazuli mengatakan, kalau orang berbeda pilihan tidak dapat ruang, dan kemudian ada pihak-pihak gelap yang memperkusi, maka hal ini berarti upaya besar membunuh demokrasi itu sendiri. “Itu tidak boleh di zaman modern ini terjadi,” ungkap anggota Komisi I DPR dapil Banten, ini.

Lebih lanjut Jazuli meminta aparat harus bisa menciptakan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga dan rakyat Indoensia. Termasuk kepada orang yang vokal memberikan kritik. Kalau mereka salah, silakan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Katanya negara kita ini negara hukum. Kalau negara hukum, berarti tidak boleh main hakim sendiri, orang dibikin babak belur sendiri. Kami tidak menuduh siapa yang melakukan karena itu kewenangan dan kewajiban aparat untuk mengungkap siapa,” katanya.

Namun, ujar dia, ada beberapa kasus begitu cepat terungkap siapa pelakunya. Ada beberapa kasus begitu lama, dengan alasan hati-hati dalam mengungkapnya.

“Memang harus hati-hati, tidak boleh salah. Tetapi penanganan itu harus sama karena kalau ini terus berlarut ini juga berdampak secara sosial dalam kehidupan masyarakat,” pungkas Jazuli.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...