logo

Saat Prabowo dan Jokowi Tepis Fitnah

Saat Prabowo dan Jokowi Tepis Fitnah

DEMOKRASI - Ada kesamaan antara capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bicara di depan pendukungnya hari ini. Keduanya sama-sama menepis fitnah yang mereka rasakan.

Jokowi juga bicara soal isu miring kepada dirinya saat menghadiri Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem Jawa Timur di Surabaya, Minggu (28/10/2018). Jokowi meminta kepada para kader NasDem untuk memberikan jawaban atas isu yang menyangkut dirinya yang berkembang di masyarakat.

"Berkaitan dengan antek asing, Presiden Jokowi antek asing benar ndak? Ndak perlu saya sampaikan. Jadi ada blok besar namanya Blok Mahakam yang dikelola Prancis dan Jepang, sekarang 100 persen di Pertamina. Kedua blok besar Blok Rokan juga diserahkan 100 persen (ke) Pertamina. Ada Freeport sudah head agreement bahwa kita akan mendapatkan 51,2 persen yang sebelumnya 9,3 persen. Pertanyaannya adalah antek asingnya di mana? Ini harus bisa dijelaskan oleh bapak, ibu, saudara-saudari sekalian," kata Jokowi.

Tak hanya itu, lanjut Jokowi, ada juga isu soal dirinya yang membuka dan membebaskan lebih dari 10 juta tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Dia menegaskan hal itu adalah kabar bohong alias hoax.

Jokowi juga menyinggung soal isu dirinya yang disebut sebagai anggota PKI. Dia mengatakan, dirinya lahir pada tahun 1961, sementara PKI bubar pada tahun 1965. Sehingga tidak mungkin di usianya yang masih balita disebut sebagai kader PKI.

"Coba, saya lahir tahun 1961, PKI 1965 umur saya 4 tahun, nggak ada PKI balita, nggak ada. Masa ada PKI balita? Tahun 1955 DN Aidit pidato, di dekat dia ada saya (sambil lihatin foto) coba gambarnya kok ya persis? Saya lahir saja belum, inilah yang saya sampaikan cara seperti ini politik sontoloyo," ucapnya.

Di lokasi lain, Prabowo juga menepis fitnah kepadanya. Ketum Partai Gerindra itu mengaku kerap dituduh mendukung khilafah.

"Sedikit sedikit ulama dibilang radikal, anti Pancasila. Loh saya dari kecil sumpah saya untuk membela Pancasila dan NKRI, eh saya malah dibilang ngedukung khilafah, ISIS dan lain sebagainya," kata Prabowo saat menghadiri deklarasi relawan Rhoma Irama, di Soneta Record, Jalan Tole Iskandar, Sukamaju, Cilodong, Depok, Minggu (28/10/2018).

Prabowo mengatakan bahwa suasana sekarang penuh curiga, saling fitnah, dan saling menuduh. Selama ini, dia merasa menjadi korban kecurangan dan fitnah.

"Saya bilang, orang sudah mulai fitnah, ada niat niat yang biasalah. Jangankan pesta Pilpres, sepak bola antarkecamatan aja ada curang curangnya, nah kita ini yang dikit dikit di-prittt, yang sana enggak," Jelas Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengimbau pendukungnya untuk tetap tenang. Dia mengibaratkan situasi ini seperti saat Nabi Muhammad dihina tetapi tetap sabar.

"Saya anjurkan jajaran kita tenang, sejuk, jangan terpancing, jangan mudah dibikin marah. Saya kira baginda nabi besar kita juga dihina tapi beliau sabar," imbuhnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...